Breaking News:

Pilpres 2019

Mahfud MD Ungkap Alasan Tak Mudah Pertemukan Jokowi dan Prabowo Sebelum Real Count Capai 100 Persen

Diketahui sebelumnya, pertemuan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto pasca-pemilu, Rabu (17/4/2019), sangat diharapkan berbagai kalangan untuk menu

Kompas.com
Mahfud MD tanggapi kecurangan di Pilpres 2019 

"Cuma caranya (menunjukkan kemenangan) berbeda, tetapi pada saatnya menurut saya, tidak akan ada seorangpun yang akan bisa melawan konstitusi, karena di dalam hukum bernegara itu ada dalil, yang di atas konstitusi yang lebih tinggi dari konstistusi," kata Mahfud MD.

"Yang bunyinya, 'keselamatan bangsa dan negara itu di atas konstitusi', sehingga kalau ada orang melanggar konstitusi itu setiap tindakan bisa diambil oleh negara untuk menertibkan kembali negara ini menjadi aman," kata Mahfud MD.

Baca: Cetak Gol Tercepat Liga Inggris, Shane Long Pecahkan Rekor Setelah 19 Tahun, Hanya Butuh 7,69 Detik

Pemilu 2019 (TribunWow.com/Rusintha Mahayu)

Meski mengaku tidak mudah untuk saling bertemu, Mahfud MD tetap berharap agar Jokowi mapun Prabowo bisa  memberi contoh baik bagi masyarakat.

Ditambahkannya, dalam pertemuannya bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah ormas Islam, mengharapkan Jokowi dan Prabowo bisa saling bertemu.

Baca: Terdesak Ekonomi & Ditawari Bayaran Mahal, 5 Wanita Indonesia Jadi Bintang Film Panas di Amerika

"Tadi malam hadir 18 pimpinan ormas Islam yang pada intinya sampai pada kesimpulan bersama bahwa pemilu 2019 sudah berlangsung dengan baik dengan aman dan lancar, tentu dengan segala kekurangan yang tidak bisa dihindarkan," cerita Mahfud MD.

"Jadi yang inti semua pimpinan ormas Islam itu mengatakan bahwa pemilu sudah usai dan sesuai dengan konstitusi selesai aman dan lancar, adapun masalah yang timbul yang sifatnya politis," tambahnya.

Terkait masalah-masalah itu, ormas Islam kemudian berharap agar keduanya bersikap negarawan dengan saling bertemu.

"Kemudian ada usulan agar dilakukan semacam pemberian signal oleh Pak Prabowo dan Pak Jokowi bahwa mereka berdua akan bersikap negarawan untuk menenangkan massanya masing-masing agar menunggu keputusan KPU tanggal 22 Mei," jelas Mahfud MD.

"Nah signal yang perlu diberikan itu ya diusahakan agar mereka berdua itu bisa bertemu gitu ya gitu ya, minum kopi, tidak usah bicara soal politik yang terlalu serius," tambahnya.

Baca: UPDATE Perolehan Suara Pilpres Real Count KPU, Suara Prabowo-Sandiaga Mengalami Pergeseran

Halaman
123
Editor: andika arnoldy
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved