Pilot Pesawat Soeharto sudah Teken 'Surat Kontrak Siap Mati', Disergap Jet Musuh di Irian Barat

Pilot pesawat yang ditumpangi Soeharto ternyata sudah menandatangani 'surat kontrak siap mati'. Perasaan takut pilot tempur itu sama sekali hilang.

Pilot Pesawat Soeharto sudah Teken 'Surat Kontrak Siap Mati', Disergap Jet Musuh di Irian Barat
militer.or.id
Pesawat skuadron AURI pada era 1960-an. 

Sebelum melaksanakan tugas di medan tempur, mereka dilatih terlebih dahulu dengan latihan dasar militer dan selanjutkan mendapatkan pangkat perwira penerbang.

Leo (kanan) sebagai Wakil II Panglima Komando Mandala bersama Mayjen Soeharto, melihat peta Pulau Irian di dalam pesawat saat Operasi Trikora.
Leo (kanan) sebagai Wakil II Panglima Komando Mandala bersama Mayjen Soeharto, melihat peta Pulau Irian di dalam pesawat saat Operasi Trikora. (Mylesat.com)

Pesawat-pesawat transport yang diterbangkan oleh para pilot Garuda yang kemudian dikenal sebagai Wing Garuda (WG) dan Wing Garuda 011 (WG 011) itu antara lain C-47 Skytrain, DC-3 Dakota, dan Convair CV-340.

Misi tempur yang harus dilaksanakan para pilot WG dan WG 011 tidak selalu berjalan mulus, karena penerbangan mereka kerap dihadang cuaca buruk serta sergapan pesawat-pesawat tempur Belanda yang cukup canggih pada saat itu.

Saat itu, musuh pesawat Indonesia adalah pesawat Hawker Hunter MK-06, Firefly AS-4, Neptune P2V-7 dan Invander B-26 yang lebih modern.

 Kunyah Beling & Gigit Kepala Ular, Anggota Kopassus Buat Pasukan Elite AS Bingung & Gelisah di Hutan

 Viral Skripsi Setebal 1000 Halaman Ternyata Ini yang Dibahas dalam Tulisannya tentang Artis Branding

 Penjelasan Mahfud MD, Bila Real Count KPU Beda dengan Verifikasi C1, Maka Ini yang Terjadi

Selain sergapan pesawat tempur, para pilot WG juga harus mampu menghindari radar Belanda yang telah dipasang di sejumlah strategi di kawasan Irian Barat.

Guna menghindari pantauan radar dan sergapan radar serta cuaca buruk, pesawat kerap terbang di ketinggian rendah (tree top) di atas hutan lebat atau di atas perairan yang ganas.

Demikian tinggi risiko yang harus dihadapi para awak WG dan WG 011, sehingga misi mereka sering disebut sebagai misi sekali jalan, one way ticket.

“Jadi sebagai pilot WG dan WG 011, kami memang sudah menandatangani surat untuk siap mati dalam misi mendukung operasi tempur TNI untuk membebaskan Irian Barat. Kami waktu itu memang masih muda dan memiliki semangat menyala-nyala. Sehingga perasaan takut sama sekali hilang, apalagi kami juga mendapat pelatihan militer dan merasa sangat percaya diri,” papar salah satu saksi hidup pilot WG, Captain Syafei.

Salah satu missi tempur menantang maut itu adalah penerbangan rahasia pesawat Convair-340 yang dipiloti Kapten Udara Pratowo Dirdjopranoto.

Pionir penerjun payung AURI
Pionir penerjun payung AURI (Intisari)

Misi tempurnya adalah menerbangkan sejumlah pejabat Komando Mandala Siaga (Kolaga) Pembebasan Irian Barat seperti Panglima Kolaga Mayjen Soeharto, Panglima AL Mandala Komodor Sudomo, Panglima AU Mandala Komodor Leo Wattimena, Kolonel Saleh Basarah yang saat itu menjabat Direktur Operasi Mabes AU, dan lainnya.

Halaman
123
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved