TAGAR #INAelectionObserverSOSRussia Panggil Negara Lain Muncul di Media Sosial, Apa Gunanya?
Mulai dari Russia, Turkey sampai Germany. #INAelectionObserverSOSTurkey, #INAelectionObserverSOSGermany, #INAelectionObserverSOSRussia.
Mulai dari Russia, Turkey sampai Germany. #INAelectionObserverSOSTurkey, #INAelectionObserverSOSGermany, #INAelectionObserverSOSRussia.
Apa maksudnya? Dan apakah ini berguna?
Tagar ini maksudnya ingin memanggil dan meminta bantuan dari para hacker di negara yang dipanggil itu agar bergerak. Dari lini masa yang viral maksudnya tujuannya mengamankan server atau website KPU dari serangan hacker.
Sebelumnya memang muncul video soal trafict serangan ke situs KPU.
Baca: Harga dan Spesifikasi Samsung Galaxy A60 dan A40s, Hape Terbaru Dari Samsung di Kelas Menengah
Baca: Pakar Bahasa Tubuh Ungkap Makna Gestur Sandiaga Uno, tangan ke belakang artinya nurut
Baca: Gabungan Seni Beladiri Gerakan dalam Bodycombat Lebih Menyenangkan untuk Bakar Kalori
Baca: Akhirnya Terjawab, Zoe Abbas Jackson Dituding jadi Penyebab Natasha Wilona dan Verrell Putus
Baca: Jika Kalah dan Gagal di Pemilu 2019, Sandiaga Uno Akankah Kembali Jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta?
Dikutip dari CNN, Menanggapi hal tersebut, pengamat keamanan siber dan peneliti Drone Emprit Ismail Fahmi mengatakan video peta realtime serangan siber bukan mengindikasikan server milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) diretas.
Menurutnya tagar tersebut muncul bukan karena serangan siber.
Yang mengunggah tagar ini dalam ciutannya adalah para pendukung pasangan capres 02, PRabowo-Sandi.
Lantas apakah ini berguna? Sampai saat ini belum ada otoritas yang memberikan pernyataan soal perkara tagar ini.
Belum tampak juga ada respon dari para hacker dari negera yang disebut akan turun tangan mengamankan server KPU itu.
Sebelumnya, tagar #INAelectionObserverSOS lebih dulu trending. Tapi belum menyebutkan negara dibelakangnya.
Baca: Bakar Kalori dan Bentuk Otot Jadi Lebih Menyenangkan dengan Bodycombat
Baca: Pengumuman Rekrutmen Bersama BUMN dan FHCI Jumat (19/4) Siang, Ini Cara Melihatnya
Baca: Sosok Basuki Widjaja Ayah Tiri Nagita Slavina yang Kaya Raya, Penasihat Perusahaan International
Baca: Isu People Power yang Disebut Amien Rais, Ini Komentar Mahfud MD, Sri Sultan Hingga PP Muhammadiyah
Baca: Kuota Haji Merangin Bertambah 2 Orang, Kemenag Merangin Beberkan Alasannya
Banyak pengguna twitter yang menuliskan tagar tesebut dalam postingan mereka.
Diduga tagar ini dibuat oleh para pendukung capres pemilu terkait klaim kemenangan suara.
Berikut isi daftar trend Twiiter beberapa jam ini.

Sebelumnya Pengguna media sosial kini ramai menuliskan tanda pagar (tagar) #CyberMuslimRussianForPrabowoSos
Belum diketahui siapa yang memulai gerakan tagar ini
Namun tagar tersebut kini memenuhi lini masa twitter dan facebook
Tak hanya itu seruan menulis tagar ini menargetkan satu juta tagar
Dari sejumlah postingan pengguna media sosial facebook, tagar ini meminta bantuan hacker daari Rusia untuk membantu mengamankan serangan ke server KPU
Seperti ajakan berikut ini
SOS !!! Seluruh cyber army untuk merapat ke laman KPU.
Tim IT BPN (02) mulai kualahan.
Twitter.. naikkan tagar #INAelectionObserverSOS #CYBERMUSLIMRUSSIANFORPRABOWOSOS bantu dzikir dan doa, karna kekeuatan yg paling besar adalah DOA
Sebelumnya pengguna twitter Indonesia ramai dengan topik seputar Pilpres dan Pileg 2019 yang usai digelar 17 April.
Dari sejumlah tagar yang digunakan warganet, #INAelectionObserverSOS meroket sebagai trending topik dunia.
Tagar tersebut merupakan seruan dari pendukung pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi untuk memantau jalannya proses penghitungan suara Pilpres 2019.

Prabowo Deklarasikan Kemenangan
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto deklarasikan kemenangan dan sebut banyak kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2019 ini.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan pelanggaran selama Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019).
Bukti-bukti tersebut untuk membuka kemungkinan pemungutan suara ulang.
Menurut Ferry, dugaan pelanggaran itu, misalnya, terdapat jumlah data pemilih yang pindah, ketimbang yang masuk daftar pemilih tetap di suatu lokasi.
Kemudian, masalah soal perbedaan suara untuk partai dan calon anggota legislatif.
Selain itu, masalah-masalah seputar surat suara.
Misalnya, soal kekurangan surat suara hingga surat suara yang rusak.
"Misalnya, surat suara ada yang entah robek, entah bolong. Kalau satu atau dua, ya kami mengerti. Tapi kalau jumlahnya lebih dari 10, kan kami bilang, ini bagaimana cara memeriksanya?" Kata Ferry.
Prabowo sebelumnya mengklaim kemenangan ada di pihaknya sejak Rabu (17/4/2019) sore.
Saat itu, Prabowo menyatakan tak percaya dengan hasil survei lembaga lain yang dianggapnya tengah menggiring opini.
Prabowo berpegangan pada data exit poll, quick count, dan real count internal yang dimilikinya.
Saat pertama kali merespons hasil survei, Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebutkan data yang masuk ke pihaknya berasal dari 5.000 TPS.
"Hasil exit poll di 5.000 TPS menunjukkan kita menang 55,4 persen, dan hasil quick count tadi saya sebut kita menang 52,2 persen," ujar Prabowo dalam jumpa pers tanpa kehadiran Sandiaga Uno di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis sekitar pukul 17.00.
Prabowo pada malam hari, yang lagi-lagi tanpa didampingi Sandiaga, juga kembali meneguhkan kemenangannya dalam jumpa pers.
Dia bahkan mengklaim menang 62 persen berdasarkan data internal tim.
Saat itu, Prabowo menuturkan bahwa sudah 320.000 TPS yang masuk atau sekitar 40 persen.
Klaim Prabowo ini berbanding terbalik dengan hasil survei delapan lembaga yang menggelar quick count.
Publikasi hasil quick count sejumlah lembaga disiarkan banyak media massa.
Hingga malam hari, sembilan lembaga telah memasukkan lebih dari 90 persen TPS yang dijadikan sampel. Hasilnya, semua hitung cepat menunjukkan kemenangan Jokowi-Ma'ruf.
Hasil Quick Count 5 Lembaga Survei
Hasil hitung cepat atau quick count menjadi proses menarik untuk diikuti, setelah berlangsungnya pemungutan suara Pemilu 2019 pada Rabu, (17/4/2019).
Penayangan hasil quick count dilakukan sejak Rabu sore pukul 15.00 WIB.
Ini dilakukan sesuai putusan Mahkamah Konstitusi terkait tayangan hasil pemilu.
Namun, hasil quick count berlangsung hingga lebih dari 24 jam.
Hingga Kamis (18/4/2019) malam pukul 18.45 WIB, belum ada lembaga survei yang menayangkan hasil dari 100 persen sampel yang dipilih.
Tahun ini ada lima lembaga yang turut bekerja sama dengan Kompas.com dalam penghitungan cepat.
Lembaga adalah Litbang Kompas, Indo Barometer, Charta Politika, Poltracking Indonesia, dan Indikator Politik Indonesia.
Hasil penghitungan suara dari lima lembaga ini nantinya bisa dibandingkan antara pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uni.
Meski demikian, perlu diingat bahwa hasil resmi tetap menunggu rapat pleno yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum.
Bagaimana perolehan suara dalam Pilpres 2019 versi quick count lima lembaga?
Berikut infografiknya
Infografik Infografik: (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)
Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Giliran Tagar #INAelectionObserverSOSGermany Muncul, Seluruh Dunia Dipanggil Apa Ada Gunanya?, http://sumsel.tribunnews.com/2019/04/19/giliran-tagar-inaelectionobserversosgermany-muncul-seluruh-dunia-dipanggil-apa-ada-gunanya?page=all.