Pemilu 2019
Habis Hitung Cepat Bukan Hasil Akhir, Pantau Link Real Count KPU, Lihat Perolehan Suara Terbaru
Hasil hitung cepat atau Quick Count bukanlah hasil akhir. Hasil dari metode tersebut hanya "menggambarkan" hasil penghitungan suara berdasarkan sampe
4. Poltracking Indonesia
Data masuk 97,30 persen
Jokowi-Maruf: 55,21 persen
Prabowo-Sandiaga: 44,79 persen
5. Indikator Politik Indonesia
Data masuk 93,18 persen
Jokowi-Maruf: 53,89 persen
Prabowo-Sandiaga: 46,1 persen
6. SMRC
Data masuk 95,57 persen
Jokowi-Maruf: 54,82 persen
Prabowo-Sandiaga: 45,18 persen
7. LSI Denny JA
Data masuk 98,60 persen
Jokowi-Maruf: 55,65 persen
Prabowo-Sandiaga: 44,35 persen
8. CSIS dan Cyrus Network
Data masuk 97,20 persen
Jokowi-Maruf: 55,70 persen
Prabowo-Sandiaga: 44,30 persen
9. Median
Data masuk 69,26 persen
Jokowi-Maruf: 54,14 persen
Prabowo-Sandiaga: 45,86 persen
10. Kedai Kopi
Data masuk 75,15 persen
Jokowi-Maruf: 52,34 persen
Prabowo-Sandiaga: 45,35 persen
Bisa dipertanggungjawabkan
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Pramono Ubaid Tanthowi, menegaskan hasil dari lembaga survei seharusnya dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, lembaga survei yang mengeluarkan data hasil quick count sudah terdaftar dan terakreditasi di KPU RI.
"Mereka adalah lembaga-lembaga yang sudah mendapat akreditasi dari KPU. Jadi, hasilnya itu bisa dipertanggungjawabkan dalam arti kalau memang ada yang keliru itu bisa dijatuhkan sanksi," kata Pramono, ditemui di Hotel Ritz Carlton, Rabu (17/4/2019).
Dia meminta, masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan terkait hasil-hasil pemilihan umum (pemilu) termasuk hasil quick count yang belakangan ini sudah disampaikan oleh sejumlah lembaga survei.
Namun, untuk hasil resmi pemungutan suara, dia meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi dari KPU RI, selaku penyelenggara Pemilu.
"Tetapi terkait hasilnya tentu itu supaya tidak menimbulkan kebingungan itu masyarakat silahkan menunggu hasil resmi yang dikeluarkan oleh KPU setelah rekapitulasi nasional selesai," tambahnya