Pemilu 2019

Enam Orang Timses Caleg PKS Diamankan Tim Satgas Money Politics di Kantor DPD PKS Sumut

Enam orang tim sukses caleg PKS diamankan petugas di Medan di kantor DPD PKS Sumut oleh Tim Satgas Money Politics

Enam Orang Timses Caleg PKS Diamankan Tim Satgas Money Politics di Kantor DPD PKS Sumut
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Ilustrasi Tim Sentra Gakumdu Pekanbaru menunjukkan barang bukti uang yang diamankan dari caleg dan tiga rekannya 

TRIBUNJAMBI.COM, MEDAN - Enam orang tim sukses caleg PKS diamankan petugas di Medan, Senin (15/4/2019) tengah malam.

Mereka diamankan Tim Satgas Money Politics Polrestabes Medan, Polsek Medan Baru, dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Medan Baru.

Enam orang itu diamankan di kantor DPD PKS Sumut di Jalan Seiberas, Medan Baru, sekitar pukul 23.30 WIB.

Baca: Seruan Makan Babi Usai Mencoblos, Grace Natalie Berikan Klarifikasi, Ternyata Hoax, Ini Videonya

Baca: Caleg Partai Gerindra Ditangkap di Pekanbaru dan Lamongan, Amankan Barang Bukti Uang Rp 1,5 Miliar

Baca: Meski Dibongkar Oleh Para Tetangga, Hilda Vitria Ngotot Belum Pernah Menikah dengan Kriss Hatta

Keenam timses diamankan karena diduga membagikan handuk kepada warga dengan niat mengarahkan untuk memilih caleg tertentu di PKS.

Keenamnya timses yaitu Tutik Wulandari (25), yang bertugas sebagai koordinator lapangan (korlap).

Selanjutnya adalah Siti Raudah (35), Maysarah Pronika (42), Muhammad Rafizi Ismail (19), Abdul Fahdi (29), dan Hidayat Nasution (62).

Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing mengatakan, awalanya petugas mendapat informasi dari masyarakat pukul 22.30, ada pembagian souvenir untuk memilih caleg oleh sekelompok orang di Sei Beras.

Satgas langsung turun ke lokasi dan menemukan beberapa warga menerima bungkusan plastik berisi handuk dan kartu nama.

Bingkisan terindikasi sebagai arahan menyoblos Sutias Handayani, caleg PKS nomor urut 2 DPR RI, Ernawaty Ginting caleg PKS nomor urut 5 DPRD provinsi, Rajuddin Sagala caleg PKS nomor urut 2 DPRD Kota Medan, dan caleg DPD RI nomor 30 atas nama Muhammad Nuh.

"Perbuatan para pelaku (diduga) melanggar Pasal 523 ayat (2) juncto Pasal 278 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, ancaman hukumannya empat tahun penjara," kata Kapolsek Medan Baru.

"Biar nanti sentra Gakumdu yang memutuskan," terang Martuasah, saat dikonfirmasi, Selasa (16/4/2019) malam.

Halaman
123
Editor: suang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved