Pembunuhan
Anak Bunuh Ibu Kandung di Sumsel, Begini Kronologi Akmaludin Tebas Leher Salbiah Hingga Tewas
Seorang anak bunuh ibu kandung di Kabupaten Ogan Komering Ulu Propinsi Sumatera selatan,
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang anak bunuh ibu kandung di Kabupaten Ogan Komering Ulu Propinsi Sumatera Selatan, Rabu (10/4/2019) sore.
Peristiwa pembunuhan sadis itu membuat leher ibu bernama Salbiah nyaris putus akibat sabetan Senjata Tajam berupa parang dari anaknya bernama Akmaludin alias AKM.
Sehari-hari, Salbiah bekerja banting tulang untuk membiayai kebutuhan dua anaknya yang sudah dewasa itu.
Baca: Lima Pria Muda Indonesia Jadi Gigolo di Malaysia, Ditangkap Imigrasi di Hotel Tanpa Busana
Baca: Malaysia Tangkap 11 Perempuan Indonesia Diduga Pelaku Prostitusi, 2 PSK Melompat dari Jendela Hotel
Baca: Pelaku Pengeroyok Audrey Mengaku Tidak Mencolok Alat Vital Korban, Tetapi Minta Maaf Soal Ini
Peristiwa memilukan menimpa Salbiah (58) baru diketahui jelang tengah malam.
Saat itu tetangga korban mendengar ada teriakan minta tolong dari dalam rumah korban.
Mendengar teriakan itu warga mengintip ke dalam rumah.
Warga tidak berani langsung masuk ke dalam rumah karena sana ada anak korban yang dipasung karena diduga mengalami gangguan jiwa.
Anak korban yang sedang dipasung itu yang meminta bantuan warga untuk memeriksa kondisi ibunya yang baru saja ribut dengan kakaknya.
“Anak korban minta tolong periksa ibunya yang baru bertengkar dengan kakaknya,” terang seorang tetangga korban, dilansir dari sripoku.com
Dia menyebut saat mengintip ke dalam rumah, ternyata Salbiah sudah tergeletak dan tak berkutik.
Warga kemudian beramai-ramai masuk ke dalam rumah korban.
Betapa terkejutnya warga melihat wanita yang sudah menjanda ini sudah tewas bersimbah darah.
Warga lalu melaporkan kasus dugaan pembunuhan ini ke Polsek Lengkiti.
Mendapat laporan itu Kapolsek Lengkiti Iptu Marjuni bersama anggota langsung meluncur kelokasi kejadian.
Polisi dibantu perangkat desa setempat langsung melakukan evakuasi jenazah Salbiah.
Selanjutnya dilakukan visum dibantu petugas medis Puskesmas terdekat.
Menurut informasi, pada Rabu (10/4/2019) sekitar pukul 17.00 ada warga yang melihat anak lelaki korban berinisial AKM naik mobil menuju arah Kota Baturaja.
Anak korban berinisial AKM ini menurut informasi, memiliki riyawat gangguan jiwa.
”Dia itu kumat-kumatan, tapi idak separah adeknya yang dipasung itu," terang salah seorang sumber yang minta identitasnya dirahasiakan.
Menruut dia, korban mendiami rumahnya di Dusun III Desa Tanjungagung itu memang hanya bertiga dengan anaknya.
Korban sudah cerai denagn suaminya.
Kehidupan korban memang memprihatinkan.
Wanita malang ini harus bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kedua anaknya yang tidak bisa membantu dia meringankan beban korban..
Baca: Lima Pria Muda Indonesia Jadi Gigolo di Malaysia, Ditangkap Imigrasi di Hotel Tanpa Busana
Baca: Malaysia Tangkap 11 Perempuan Indonesia Diduga Pelaku Prostitusi, 2 PSK Melompat dari Jendela Hotel
Baca: Pelaku Pengeroyok Audrey Mengaku Tidak Mencolok Alat Vital Korban, Tetapi Minta Maaf Soal Ini
Terpisah Kapolres OKU AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim AKP Alex Andriyan SKom dan Kaspolsek Lengkiti Iptu Marjuni yang dikonfirmasi Kamis (11/4/2019) mengatakan tersangka pelaku yang diduga membunuh korban sudah dititipkan di Mapolres OKU.
Dikatakan Kapolres, Kasat Reskrim sedang ke TKP untuk mendalami kasus ini.
Sedangkan tersangka sudah diamankan di Polres OKU untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dikatakan Kapolres, tersangka dikirim ke Palembang untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan.
Kapolres yang juga didampingi Kasi Humas Polres OKU AKP Rahmad Haji mengatakan, polisi sedang mendalami kasus ini, untuk mengetahui motif pembunuhan yang diduga dilakukan oleh anak kandung korban sendiri.
Kronologi Anak Bunuh Ibu Kandung
Kasat Reskrim Polres OKU AKP Alex Andrian mengatakan, peristiwa itu bermula ketika korban baru saja pulang dari kebun.
Sejak menjada, Salbiah harus membanting tulang untuk membenuhi kebutuhan kedua anaknya tersebut dengan berkebun.
Sementara, kondisi salah satu anaknya mengalami gangguan jiwa dan harus dipasung.
Emosi Salbiah meledak ketika tiba di rumah melihat tersangka Akmaludin hanya duduk bersantai di dapur.
Salbiah memarahi Akmaludin sembari membanting piring karena pelaku enggan bekerja.
Mendengar ucapan tersebut, pelaku diduga marah dan mengambil parang yang ada di dapur untuk membunuh korban.
"Korban tewas mengalami luka di bagian leher karena senjata tajam. Motifnya tersinggung karena dibilang malas dan tidak mau bekerja," kata Alex saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis(11/4/2019), dilansir dari kompas.com.
Usai menghabisi nyawa ibunya, Akmaludin menuju ke sumur belakang rumah untuk membersihkan parang yang digunakannya tersebut.
Pelaku sempat mencoba menghilangkan barang bukti dengan menyembunyikan parang itu ke arah sungai tak jauh dari rumahnya hingga ditemukan petugas.
"Setelah membunuh korban, pelaku kabur ke rumah keluarganya di Desa Sukamaju Kecamatan Baturaja Barat dan langsung kita tangkap sekitar pukul 02.00 WIB," ujarnya.
Dari tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa parang dengan panjang 40 sentimeter.
Baca: Lima Pria Muda Indonesia Jadi Gigolo di Malaysia, Ditangkap Imigrasi di Hotel Tanpa Busana
Baca: Malaysia Tangkap 11 Perempuan Indonesia Diduga Pelaku Prostitusi, 2 PSK Melompat dari Jendela Hotel
Baca: Pelaku Pengeroyok Audrey Mengaku Tidak Mencolok Alat Vital Korban, Tetapi Minta Maaf Soal Ini
Baca: PENCULIK Pengantin Mencari Wanita Muda Dipaksa Nikah: Mengerikan, Jika Menolak Diperkosa
Atas perbuatannya, Akmaludin terancam dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman mati. (*)