PEMAIN Korea Utara Park Seung-Jin, Orang Asia Pertama Mencetak Gol di Piala Dunia 1966

TRIBUNJAMBI.COM - Mungkin Indonesia adalah negara Asia yang pertama kali masuk Piala Dunia tepatnya pada 1938

Editor: ridwan
JEWEL SAMAD / AFP
Ilustrasi- Piala Dunia 

Bahkan, kehebatan Seung-Jin tak berhenti samapi disitu, ia juga mencetak gol, saat Korea Utara tampil habis-habisan saat melawan Portugal.

Cerita menarik lain dari Seung-jin adalah soal apa yang terjadi setelah ia tampil dan mencetak dua gol di Piala Dunia 1966.

Diceritakan bahwa meskipun berhasil membawa harum negara mereka, Seung-jin dan beberapa pemain skuat Korea Utara Piala Dunia 1966 kemudian mesti mendekam dalam penahanan.

Penyebabnya adalah karena mereka ketahuan berpesta setelah berhasil menahan imbang Italia di fase grup.

Tindakan mereka tersebut dianggap sebagai 'pertanda dari borjuisme' yang memang sangat berkebalikan dengan Korea Utara yang menganut paham komunis hingga kini.

Hampir seluruh negara di dunia ini mempunyai tim sepak bola nasional masing-masing. Tak terkecuali Korea Utara.

Namun timnas sepakbola Korea Utara telah terpengaruh oleh isu-isu di negara tersebut. Sehingga banyak aturan ketat yang diberlakukan pada mereka.

Sejak tampil di panggung dunia pada tahun 1966, tingkat sepakbola Korea Utara dinilai sangat kurang.

Sebenarnya hal itu wajar, sebab sebagai negara militer yang memiliki aturan yang sangat ketat dan mereka memiliki keterbatasan dalam hal sepakbola.

Salah satu yang terasa adalah adanya larangan televisi radio hingga penyensoran jurnalisme yang menghambat bertumbuhnya olah raga sepakbola di sana.

Tim sepak bola Korea Utara berada di bawah pemerintahan Asosiasi Sepakbola DPR Korea, yang didirikan pada tahun 1945 dan terdiri dari pejabat dari Partai Pekerja Korea serta pejabat dari militer.

Organisasi ini bersifat rahasia seperti negara itu sendiri, yang dapat dicatat oleh fakta bahwa presiden KFA Ri Yong-Mu, yang juga menjabat sebagai menteri olahraga negara itu, saat ini adalah seorang letnan jenderal di Tentara Rakyat Korea.

Tim itu sendiri diatur dengan sangat disiplin layaknya pasukan militer, yang diperhatikan oleh banyak orang selama edisi terbaru Piala Asia AFC 2015.

Di mana para pemain muncul dari terowongan dalam keheningan dan bahkan dilatih tanpa boleh diintip oleh satu orangpun. (intisari.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved