Heboh 400 Ribu Amplop Rp 8 Miliar, KPK Baru Buka Rp 300 Juta, Akan Disebar ke Jawa Tengah II

Disampaikan Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis siang ini tim mulai masuk pada penghitungan uang di amplop pada kardus keempat.

Heboh 400 Ribu Amplop Rp 8 Miliar, KPK Baru Buka Rp 300 Juta, Akan Disebar ke Jawa Tengah II
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Anggota DPR Bowo Sidik Pangarso menggunakan rompi oranye usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/3/2019). KPK menetapkan tiga orang tersangka yakni Anggota DPR Bowo Sidik Pangarso, Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti, dan Seorang pihak swasta Indung serta mengamankan barang bukti uang sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang telah dimasukkan dalam amplop pada 84 kardus terkait dugaan suap pelaksanaan kerja sama pengangkutan di bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Heboh 400 Ribu Amplop Berisi Uang, KPK Baru Sampai Buka 15.000, Akan Disebar ke Jawa Tengah II

TRIBUNJAMBI.COM-KPK memperbarui data perkembangan perhitungan uang di amplop serangan fajar milik Bowo Sidik Pangarso.

Disampaikan Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis siang ini tim mulai masuk pada penghitungan uang di amplop pada kardus keempat.

"Sejauh ini telah dibuka 15 ribu amplop. Uang dalam amplop berjumlah Rp 300 juta," ungkap Febri kepada wartawan, Kamis (4/4/2019).

Sebelumnya, KPK telah membuka tiga kardus, dari 82 kardus dan dua kontainer plastik berisi amplop yang disita KPK dalam kasus Bowo Sidik.

Dari tiga kardus itu, KPK menemukan uang berisi Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu.

Jumlah uang telah dihitung dari tiga kardus itu mencapai Rp 246 juta dari Rp 8 miliar yang diduga ada di 400 ribu amplop yang disita.

Sekadar informasi, Bowo Sidik ditetapkan tersangka oleh KPK karena menerima suap dan gratifikasi. Dia diduga menerima suap sebesar Rp 221 juta dan USD 85.130 atau sekira Rp 1,2 miliar dari Marketing Manajer PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti.

Baca: Tragis, 10 Fakta Tewasnya Guru Honorer Budi Hartanto, 7 Saksi Diperiksa, Ibu Syok Kepalanya Hilang

Baca: Pria Ini Mengoleksi Boneka Menyeramkan, Yakini Ada Hantunya, Sekeluarga Alami Hal Mistis

Baca: Fakta Mayat Terpotong Pria Ganteng Asal Garut Dalam Koper, Budi Hartanto Sempat Bergurau di WA

Baca: Habib Rizieq Bantah Pernah Menyebut Keislaman Prabowo Tak Jelas, Yusril Ihza Lampirkan Bukti

Baca: SBY Wanti-wanti, Demokrat: Tak Hanya Ferdinand Hutahaean, 3 Politisi Lain Diincar Untuk Dijatuhkan

Suap diberikan kepada Bowo sebagai bagian dari komitmen fee lantaran dia membantu PT HTK mendapatkan kembali kontrak kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) untuk mendistribusikan pupuk yang diproduksi PT Pupuk Indonesia.

Selain dari PT HTK yang merupakan unit usaha Humpuss Grup milik Hutomo Mandala Putra atau yang akrab dipanggil Tommy Soeharto, Bowo juga diduga telah menerima gratifikasi sebesar Rp 6,5 miliar. Jika ditotal dengan suap dari PT HTK, maka angkanya mencapai Rp 8 miliar.

Halaman
12
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved