Pilpres 2019
Rocky Gerung Singgung Soal Golput Saat Pilpres Bentuk Protes, Siapa Yang Mampu Berbuat Curang ?
Pengamat Politik Rocky Gerung menyampaikan tentang Golongan Putih (golput) pada Pemilu 2019 mendatang, baik Pilpres 2019 maupun Pileg 2019 yang digela
Penulis: andika arnoldy | Editor: andika arnoldy
TRIBUNJAMBI.COM- Pengamat Politik Rocky Gerung menyampaikan tentang Golongan Putih (golput) pada Pemilu 2019 mendatang, baik Pilpres 2019 maupun Pileg 2019 yang digelar serentak.
Rocky Gerung bahkan membuat utasan tersendri di twitternya.
Dengan ciri khasnya, Rocky Gerung menyampaikan alasan kenapa pada Pilpres 2019 banyak orang yang golput.
Baca: TKN Jokowi-Maruf Tanggapi Ancaman Amien Rais Soal People Power atau Gerakan Rakyat Jika Curang
Baca: Mahfud MD Ingatkan Bawaslu Akan Klarifikasi Mantan Kapolsek Mengaku Diperintah Dukung capres 01
Baca: Bagi-Bagi Kursi Menteri Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. PAN Tujuh Kursi dan PKS Enam Kursi.
Rocky Gerung mencuit "Golput adalah protes terhadap kecurangan.Terhadap pemerintah.
Bukan terhadap oposisi, yang menghendaki kejujuran"
Lalu Rocky Gerung di twit kedua seperti menyinggung institus bahkan guru besar yang berpotensi berbuat curang, Rocky Gerung,
menyebutkan "Siapa yang mampu berbuat curang? Tentu yang punya peralatan lengkap untuk itu: aparat, birokrasi, BUMN, intelijen, sosis (sofis istana) dan... gubis (guru besar istana)."

Pada cuitan lainnya Rocky Gerung menyebutkan "Golput adalah sikap moral terhadap ketidakadilan. Maka logis bila anda golput terhadap petahana, dan bukan terhadap oposisi."
Baca: TKN Jokowi-Maruf Tanggapi Ancaman Amien Rais Soal People Power atau Gerakan Rakyat Jika Curang
Baca: Mahfud MD Ingatkan Bawaslu Akan Klarifikasi Mantan Kapolsek Mengaku Diperintah Dukung capres 01
Baca: Bagi-Bagi Kursi Menteri Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. PAN Tujuh Kursi dan PKS Enam Kursi.
Terakhir Rocky Gerung mengajak agar masyarakat menggunakan akal sehatnya pada Pilpres 2019 kali ini. Rocky Gerung menyebutkan "Jadi, gunakan hak pilih anda demi menghalau kecurangan. Itulah Politik Akal Sehat."
Tanggapi sikap mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Aziz
Pengamat politik Rocky Gerung menanggapi soal sikap mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Aziz yang menarik pernyataannya terkait arahan Kapolres Garut dalam Pilpres 2019.
Rocky Gerung menduga ada dua kemungkinan yang menyebabkan Sulman mencabut pernyataannya.
"Dia ditekan atau memang dia berbohong, tetapi apa pun yang terjadi literasinya sudah beredar bahwa aparat tidak netral," ujar Rocky Gerung di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).
Selain itu, dirinya juga mempertanyakan kondisi Sulman saat membuat pengakuan tentang adanya ketidaknetralan di kepolisian Garut.
"Dia bilang bahwa dia dalam keadaan tidak sadar supaya yang dia ucapkan itu tidak perlu diperhatikan. Bagaimana mungkin pejabat hukum dalam keadaan tidak sadar sehingga harus meralat sendiri?" ujarnya.

Seperti diketahui, dikutip dari Tribun Jabar, mantan Kapolsek Pasirwangi Kabupaten Garut AKP Sulman Aziz mencabut keterangan tentang adanya arahan dari Kapolres Garut kepada para kapolsek untuk memenangkan pasangan Jokowi-Maruf Amin.
AKP Sulman Aziz mencabut keterangannya itu dalam jumpa pers di Mapolda Jabar, Senin (1/4/2019).
Saat jumpa pers, AKP Sulman Aziz didampingi Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.
"Kemarin (31/3/2019) saya melaksanakan konferensi pers yang disiapkan oleh Haris Azhar di Jakarta. Dalam kegiatan tersebut saya telah melakukan kesalahan, Saya mengatakan Polri tidak netral. Itu saya sampaikan karena saya saat itu sedang emosi, Saya dipindahkan dari jabatan sebelumnya dari kapolsek menjadi personel Ditlantas Polda Jabar," kata AKP Sulman Aziz di Mapolda Jabar, Senin (1/4/2019).
Baca: TKN Jokowi-Maruf Tanggapi Ancaman Amien Rais Soal People Power atau Gerakan Rakyat Jika Curang
Baca: Mahfud MD Ingatkan Bawaslu Akan Klarifikasi Mantan Kapolsek Mengaku Diperintah Dukung capres 01
Baca: Bagi-Bagi Kursi Menteri Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. PAN Tujuh Kursi dan PKS Enam Kursi.
Menurut AKP Sulman Aziz, Kapolres memerintahkan ia bersama sejumlah kapolsek untuk melakukan pemetaan terkait jumlah personel untuk pengamanan Pemilu, bukan untuk memenangkan Jokowi-Maruf Amin.
AKP Sulman Aziz mengatakan, kehadirannya di Polda Jabar bukan karena ditangkap.
Dia juga yakin bahwa pihak kepolisian adalah lembaga yang menjunjung tinggi sikap netralitas.
"Saya hadir di Mapolda Jabar bukan karena ditangkap. Karena baru kali ini waktunya saya menghadap ke Polda Jabar setelah tidak menjabat lagi sebagai Kapolsek Pasirwangi. Saya yakin kepolisian adalah lembaga netral," katanya.