Pilpres 2019

Bagi-Bagi Kursi Menteri Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. PAN Tujuh Kursi dan PKS Enam Kursi.

Pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno sudah membagi jatah kursi menteri.

Editor: andika arnoldy
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo saat berbicara dalam seminar Fraksi Partai Gerindra MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2018). 

TRIBUNJAMBI.COM- Pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno sudah membagi jatah kursi menteri. 

Menariknya ada beberapa nama yang akan dipastikan duduk dari partai koalisi PAN, Gerindra dan PKS. 

Sementara kursi lainnya akan diduduki Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Pembagian jatah kursi menteri ini santer dibicarakan di kalangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Baca: Jokowi Ajak Pendukungnya Pakai Baju Putih ke TPS, Begini Sikap Bawaslu Jambi

Baca: DIINCAR Sniper saat ke Bosnia, Reaksi Presiden Soeharto di Luar Dugaan: Paspampres Kebingungan

Baca: Video Viral, Bawa Bekal Jagung Bocah SD Jalan Kaki Puluhan Kilometer Demi Ikut Ujian Sekolah

Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa sudah ada pembicaraan dengan Prabowo Subianto mengenai nama-nama calon menteri bila pasangan Prabowo-Sandi menang di Pemilu Presiden 2019.

"Dengan saya ada (pembicaraan)," ujar Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, di Ayana Hotel, Jakarta, Senin (1/4/2019).

Menurut Hashim Djojohadikusumo, pembicaraan calon menteri-menteri tersebut dilakukan antara dia dan kakaknya, Prabowo Subianto.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo saat menyampaikan sambutannya kepada para pendukung Prabowo di acara Deklarasi Dukungan Prabowo For President di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2014). Prabowo mendapatkan dukungan dari para alumni dan mahasiswa Trisakti untuk menjadi Presiden Indonesia Periode 2014-2019.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo saat menyampaikan sambutannya kepada para pendukung Prabowo di acara Deklarasi Dukungan Prabowo For President di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2014). Prabowo mendapatkan dukungan dari para alumni dan mahasiswa Trisakti untuk menjadi Presiden Indonesia Periode 2014-2019. ((Tribunnews/Jeprima))

Hashim Djojohadikusumo tidak merinci siapa saja nama-nama calon menteri tersebut. Namun yang pasti, sebagian menteri berasal dari partai pengusung.

"Saya kira itu antara saya dengan kakak saya," katanya.

Hashim Djojohadikusumo mengatakan, berdasarkan kesepakatan, Partai Amanat Nasional (PAN) mendapatkan 7 kursi menteri, PKS enam kursi, sedangkan Partai Demorat dan satu partai pendukung lainnya, yakni Berkarya, masih dalam pembahasan.

"Kita kan sudah sepakat dengan PAN ada 7 menteri untuk PAN, 6 untuk PKS, partai lain masih diskusi, itu sudah jelas," paparnya.

Menurut Hashim Djojohadikusumo, Ketua Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), merupakan salah satu yang dipertimbangkan masuk dalam jajaran kabinet. Salah satunya, AHY diproyeksi menjadi Menteri Pertahanan.

"(Menhan) Masih dipertimbangkan," cetus Hashim Djojohadikusumo.

Sebelumnya, Prabowo Subianto mengatakan, menjelang usia 68 tahun pada Oktober mendatang, sebenarnya ia ingin beristirahat.

Baca: Dapat Dana DAK Rp 25 Miliar, 45 Sekolah Dasar dan 9 SMP di Kota Jambi Akan Dibangun

Baca: Dipasok dari Medan dan Palembang, Diseperindag Pantau Peredaran Minuman Beralkohol di Kota Jambi

Baca: BANYAK yang Tertipu dengan Wajah Cantiknya, Ternyata dia Sniper Brutal Bunuh 59 Tentara

Sejak umur 18 tahun hingga sekarang, ia mengaku belum pernah betul-betul beristirahat.

"Usia saya nanti Oktober 68 tahun. Sebetulnya saya ingin istirahat. Saya belum pernah istirahat dari umur 18 tahun. Saya tidak tahu libur," ujar Prabowo Subianto dalam acara deklarasi dukungan Aliansi Pengusaha Nasional di Gedung Jakarta Theater, Jakarta, Kamis (21/3/2019) malam.

"Saya hanya punya satu anak, dia pun mengeluh (saya) enggak pernah memperhatikan dia. Saya ingin istirahat, tapi saya tidak rela lihat negara ini seperti sekarang," sambungnya.

Di depan seribuan pengusaha, Prabowo Subianto mengatakan, ia masih terjun di dunia politik di usia yang tidak muda lagi, untuk membuka jalan kepada generasi muda.

Ia membuka jalan karena sadar ada yang tidak beres dengan generasinya.

"Ini anak-anak muda, ini waktumu, ini masa depanmu. Saya hanya ingin buka jalan. Saya turun gunung karena lihat generasi saya enggak beres.Generasi saya enggak beres, jadi enggak usah dicontoh," kata Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto mengaku bercita cita, sebelum ia meninggal, Indonesia sudah dalam keadaan adil dan makmur.

Cita-cita tersebut, menurut Prabowo Subianto, tertanam karena ia dibesarkan oleh angkatan 45. Mulai dari Soekarno, Mohammad Hatta, Syahrir, dan lainnya.

Cita-cita Indonesia adil dan makmur tersebut, kata Prabowo Subianto, merupakan cita-cita angkatan 45.

"Jadi saya lihat cita-cita mereka, saya merasakan harapan mereka insyaallah Indonesia akan bangkit. Kita akan menjamin perdamaian di Indonesia, kesejahteraan, akan membuat perdamaian, perdamaian akan memungkinkan kemakmuran, keadilan akan kita tegakkan," paparnya.

Prabowo Subianto mengatakan, ia memutuskan kembali maju dalam Pemilu Presiden 2019, karena merasa prihatin dengan ekonomi sekarang ini yang bergerak ke arah yang salah. Klaim majunya ekonomi Indonesia, menurutnya, tidak sesuai realita di lapangan.

"Angka-angka yang keluar dari Bank Dunia, dari pemerintah sendiri, indikator indikator membenarkan bahwa ekonomi kita enggak sehat," ucapnya.

"Ini dirasakan dalam diskusi lama, akhirnya kita putuskan bahwa tidak bisa keadaan diubah kalau kita enggak berani untuk terjun ke kancah politk untuk mengubah keaadan," imbuhnya.

Prabowo Subianto lantas membeberkan kriteria orang-orang yang bakal duduk di kabinetnya nanti, bila terpilih dalam Pemilu Presiden 2019.

"Jadi hari Ini terima kasih undangan ini, inisiator Pak Erwin kalau mau lihat nanti kira-kira kabinet kita bagimana, pak," kata Prabowo Subianto.

Mantan Danjen Kopassus itu lalu memaparkan kriteria orang di kabinet Prabowo-Sandi nanti.

Kriteria pertama, mereka yang akan menjadi menteri menurutnya haruslah orang pintar.

Namun, Prabowo Subianto mengatakan kepintaran tersebut harus diimbangi dengan akhlak yang bagus juga.

"Saya kasih kriteria ya pertama harus pintar. Tapi tidak hanya pinter, harus punya akhlak," ucapnya.

Selain pintar dan berakhlak, kriteria selanjutnya adalah kaum muda, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas segala-galanya.

"Kita ingin nanti nakhoda yang disinggung oleh Pak Erwin, navigasi harus benar, tidak boleh salah kita. Kita sudah, ya sudah kita tahu lah ya. Dan jangan menyalahkan siapa-siapa, jangan lihat ke belakang, jangan. Kita tutup buku, kita maju ke depan," paparnya.

Meskipun demikian, Prabowo Subianto mengaku tidak menutup kemungkinan akan melibatkan mereka yang tidak termasuk kaum muda, duduk di kursi kabinet.

Asalkan, menurut Prabowo Subianto, mereka masih memiliki kapabilitas. Saat menyampaikan perkataan tersebut, Prabowo Subianto sempat melirik ke barisan depan kursi penonton yang diduduki mantan Menko Maritim Rizal Ramli.

"Yang senior-senior kalau masih kapabel, masih hebat, masih punya pengalaman, akan kita pakai juga. Di situ kira-kira mungkin, kalian sudah tebaklah kira kira," cetusnya.

Prabowo Subianto berjanji apabila terpilih nanti, akan membentuk pemerintahan yang bisa membawa Indonesia berjaya, masuk 5 besar kekuatan ekonomi dunia.

"Kita harus punya mobil mobil buatan Indonesia, kita harus punya kapal buatan Indonesia, kapal terbang buatan Indonesia, komputer, kita harus punya smartphone, gadget-gadget semua buatan Indonesia," bebernya.

"Kita harus punya Silicon Valley di Indonesia. Ini anak-anak muda, ini waktumu, ini masa depanmu," tambah

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved