Bingung Laporkan APBDes Lewat Aplikasi Siskodes, Pencairan Dana Desa di Tanjab Barat Macet

Gara-gara pelaporan APBDes, alokasi dana desa untuk belasan desa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat macet.

Bingung Laporkan APBDes Lewat Aplikasi Siskodes, Pencairan Dana Desa di Tanjab Barat Macet
Tribunjambi/Darwin
Dinas PMD Tanjab Barat. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Gara-gara pelaporan APBDes, alokasi dana desa untuk belasan desa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat macet.

Berdasarkan penuturan Agoes Mamun, Kabid Pemdes Dinas PMD Tanjab Barat mengatakan setidaknya masih ada 11 desa dari 114 desa yang belum ditransfer ADD.

Dana tersebut dikatakannya belum ditransfer melalui BPKAD dikarenakan ada persyaratan yang belum disampaikan desa yang bersangkutan.

"Ada sekitar 11 desa yang belum ditransfer, baru menyampaikan syaratnya, karena tidak bisa sekaligus," ujarnya menerangkan jumlah desa dan kendalanya.

Baca: Jadi Kurir Sabu 7 Kg, Rohim Pasrah Divonis 15 Tahun Penjara

Baca: Bangunan di Atas Drainase Tak Juga Dibongkar, Pemkot Jambi Ancam Bongkar Paksa

Baca: BPPRD Kota Jambi Serahkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang PBB Tahun 2019

Baca: Dukung Diseminasi Program PINTAR, Dinas Pendidikan di Jambi Naikkan Anggaran Hingga Ratusan Juta

Baca: RSJ Jambi Siap Tampung Caleg Stres Pasca Pemilu 2019 Mendatang

Dimana syarat yang ditentukan tersebut diantaranya berupa draf atau laporan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) 2019 serta laporan tahun sebelumnya.

"Syaratnya seperti ABPBDes 2019, laporan realisasi penggunaan ADD tahun sebelumnya," ujarnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (26/3/2019).

Dia juga menjelaskan dana yang bervariasi diterima setiap desa tersebut sekitar Rp 600 juta - Rp 800 juta diperuntukkan berjalannya roda pemerintah desa.

"ADD untuk berjalannya pemerintahan desa diantaranya seperti gaji kades, tenaga honorer. Jika ada lebih, bisa untuk pembangunan," tutupnya.

Sebelumnya Kasi Fasilitasi Keuangan dan Aset Desa, Dinas PMD Tanjab Barat, Andi Baharudin menerangkan lambatnya penyerahan APBDes ini dikarenakan pada tahun 2019 ini penyerahannya menggunakan Aplikasi Siskodes.

"Penyerahan laporan APBDes ini lambat karena menggunakan Siskodes, kebanyakan desa masih bingung menggunakan aplikasi tersebut," ujarnya.

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved