Dinilai Kurang Efektif, Puskesmas 24 Jam di Kota Jambi Akan Diganti Puskesmas Rawat Inap

Pemkot Jambi melalui Dinas Kesehatan Kota Jambi, berencana menghilangkan Puskesmas 24 jam. Diganti dengan puskesmas rawat inap.

Dinilai Kurang Efektif, Puskesmas 24 Jam di Kota Jambi Akan Diganti Puskesmas Rawat Inap
Tribunjambi/Rohmayana
Ida Yuliarti, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Pemkot Jambi melalui Dinas Kesehatan Kota Jambi, berencana menghilangkan Puskesmas 24 jam. Diganti dengan Puskesmas rawat inap. Ini merupakan hasil evasluasi bersama Dinas Kesehatan selama berjalannya program ini.

Sebab, Puskesmas 24 jam tidak optimal, karena masyarakat Kota Jambi lebih memilih berobat ke rumah sakit pada saat kondisi gawat darurat dibandingkan ke puskesmas 24 jam.

Disampaikan Walikota Jambi Syarif Fasha, bahwa Puskesmas 24 jam ini dinilai kurang efektif dan tidak banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Jambi. Sebab, di Kota Jambi terdapat sebanyak 17 rumah sakit negeri maupun swasta.

Sehingga saat berada di kondisi gawat darurat, pasien lebih memilih berobat ke rumah sakit. “Kita sudah lakukan evaluasi. Hasilnya memang kurang efektif karena di Kota Jambi ini sudah banyak rumah sakit,” kata dia.

Baca: Tahu Upah Lipat Suara Kecil, Pekerja Lipat dan Sortir Surat Suara KPU Kota Jambi Banyak Mundur

Baca: Kasus Korupsi Pengadaan Mobil Dinas DPRD Merangin, Isnedi Divonis Satu Tahun Dua Bulan

Baca: KPU Bungo Temukan 3000 Surat Suara Rusak, DPR RI Paling Banyak

Baca: Ustaz Abdul Somad Isi Tausiah di Merlung Jambi, Peringati Isra Miraj Nabi Muhammad

Baca: Atasi Banjir di Kota Jambi, Fasha Minta Warga di Daerah Rawan Banjir Buat Biopori

Untuk itu, Puskesmas 24 jam tersebut akan diubah menjadi puskesmas rawat inap dan rawat jalan. Sehingga benar benar maksimal, baik petugas jaga maupun alat kesehatan yang tersedia bisa dimanfaatkan dengan baik.

“Puskesmas yang 24 jam itu kadang ada yang sedikit pasiennya. Sementara kita terus mengeluarkan biaya operasional untuk mengeluarkan gaji perawat dan tenaga medis serta perawatan alat kesehatan. Tetapi jumlah pasiennya sedikit, makanya kita lakukan evaluasi. Kita akan rubah menjadi puskesmas rawat inap,” bebernya.

Sebelumnya Ida Yuliarti, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi mengatakan bahwa berdasarkan evaluasi memang selama ini, keberadaan Puskesmas 24 kurang efektif. Bahkan menurutnya ada puskesmas yang tidak ada pasien sama sekali saat 24 jam buka. “Terus kita evaluasi dampaknya seperti apa,” ujarnya.

Dikatakan Ida bahwa puskesmas 24 jam tersebut akan diubah menjadi rawat inap. Saat ini sudah ada dua puskesmas yang rawat inap, yaitu Puskesmas Putri Ayu dan Pakuan Baru. Tahun 2018 lalu ada dua puskesmas lagi yang menyusul yaitu puskemas Paal 10 dan puskesmas Talang Bakung.

“Ke depan, kita ingin semua puskesmas bisa rawat inap. Makanya yang 24 jam akan kita ganti. Saat ini masih evaluasi. Sebanyak 20 puskesmas menyatakan setuju untuk rencana ini,” pungkasnya. (Rohmayana)

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved