Terowongan Rahasia di Proyek Jalan Tol Pandaan-Malang, Benarkah Ini Jalan Rahasia Raja Majapahit?
Pada zaman kerajaan masa lalu, arung digunakan untuk drainase dan jalan rahasia bagi seorang raja untuk melarikan diri. Apakah ini terowongan rahasia
Proses ekskavasi situs purbakala di ruas tol Pandaan-Malang dilakukan sejak Selasa (12/3).
Ekskavasi diperpanjang hingga lima hari atau sampai Kamis (21/3/2019) mendatang.
Situs Sekaran
Proses ekskavasi Situs Sekaran yang ditemukan di kawasan pembangunan Tol Pandaan-Malang Kilometer 37 mulai dikerjakan dengan bantuan alat berat.
Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim), Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, alat berat digunakan untuk mempermudah ekskavasi lantaran situs tertutup oleh tanah.
Diawali Corat-coret Pensil, Akhirnya Nanung Bukit Baling Bisa Bikin Produk Keren Ini
Sandiaga Uno Janji Bakal Liburkan Sekolah Saat Ramadhan Seperti yang Pernah Dilakukan Gus Dur
Struktur bangunan diperkirakan tertimbun sekitar 2 meter permukaan tanah.
"Supaya lebih efektif maka proses ekskavasi ini dibantu menggunakan alat berat," kata Wicaksono, Kamis (14/3/2019).
Ia menambahkan, alat berat digunakan hanya terbatas untuk mengeruk permukaan tanah.
Sedangkan untuk menemukan struktur bangunan, BPCB Jatim melakukan penggalian secara manual menggunakan cangkul.
"Agar struktur tidak hancur tetap maka kami lakukan penggalian secara manual menggunakan cangkul. Kemudian kami bersihkan," ucap dia.
Saat ini, total lahan yang diekskavasi seluas 10 x 25 meter.
Diperkirakan, luas lahan yang diekskavasi akan bertambah sebab struktur bata baru juga ditemukan 25 meter dari lokasi penemuan struktur bangunan yang pertama.
"Dua hari ke depan alat berat akan kami perbantukan di sebelah barat atau 25 meter dari struktur bangunan yang pertama ditemukan. Karena di sana kami melihat ada bata yang muncul di permukaan," katanya.
Dwi belum bisa memberi kesimpulan bangunan apa yang ditemukan di Situs Sekaran.
Namun jika melihat ukuran bata yang digunakan, diperkirakan bangunan tersebut berdiri di era pra Kerajaan Majapahit.