Inikah Firasat Ustaz Abdul Somad Sebelum Meninggalnya Ibunda? Beberapa Hari Sebelumnya

Beberapa hari sebelum ibunya meninggal, UAS pajang emoticon berurai air mata saat membahas tentang ibu.

Inikah Firasat Ustaz Abdul Somad Sebelum Meninggalnya Ibunda? Beberapa Hari Sebelumnya
Kolase Facebook/Tengku Muhammad Alfan Al-Munadzri
Hj Rohana ibunda Ustaz Abdul Somad meninggal dunia. 

"IBUMU

Kalian kasih dia makan sampai mati
Kalian buatkan istana
Kalian belikan gelang emas 2 Kg
Kalian gendong Haji ke Makkah
Kalian minum air cuci kakinya

Belumlah dapat membalas setetes darah dagingnya yang robek saat mengeluarkan kalian dari gelapnya rahim ke terangnya dunia," tulis Ustaz Abdul Somad.

Asal Usul Ustaz Abdul Somad

Siapa yang tak kenal dengan Ustaz Abdul Somad (UAS)? Somad, sebagai seorang pendakwah.

Videonya pun banyak menyebar di media sosial dan  sudah populer di seluruh penjuru Indonesia.

Nama Ustaz Abdul Somad semakin melejit setelah direkomendasikan oleh para ulama sebagai salah satu cawapres Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

Walau demikian, tak banyak orang yang mengetahui latar-belakang Ustaz Abdul Somad.

Berdasarkan referensi dari beberapa video ceramah Ustaz Abdul Somad yang diunggah ke YouTube, Warta Kota mencoba merangkum latar belakang UAS.  UAS lahir pada hari Rabu, 18 Mei 1977 atau 30 Jumadil Awal 1397 H di sebuah kampung yang bernama Silo Lama, Silau Laut, Kabupeten Asahan, Sumatera Utara.

Moyangnya adalah Syekh Abdurrahman yang pernah belajar ilmu agama Islam di Mekkah, Arab Saudi.

Sepulangnya dari Mekkah, Syekh Abdurrahman menghadap Sultan Asahan dan diberikan sebidang tanah yang kemudian di atasnya dibangun sebuah rumah. 

"Lalu dibuatnyalah rumah yang masih ada sampai sekarang, namanya rumah besar, satu arsitek dengan Istana Lima Laras di kabupaten Batubara, Sumatera Utara," ujar Ustaz Abdul Somad.

Di tempat itulah Syekh Abdurrahman membangun biduk rumah tangga hingga turun-temurun sampai ke generasi Ustaz Abdul Somad.

"Kemudian beranak pinaklah Syekh Abdurrahman tadi, punya anak perempuan bernama Siti Aminah, Siti Aminah punya anak perempuan bernama Hajjah Rohana, Hajjah Rohana punya anak itulah saya Abdul Somad," tutur UAS.

Walaupun moyangnya adalah seorang Syekh, Ustadz Abdul Somad tidak dianggap demikian, sebab Sumatera Utara menganut paham patrilinial atau berdasarkan keturunan ayah. 

"Tapi saya tidak dianggap keturunan Tuan Syekh karena dari pihak perempuan. Makanya kalau ada yang bertanya keturunan Tuan Syekh, tidak saya bilang. Terus, ayah saya petani, orang biasa. Kami bukan keturunan bangsawan, bangsa yang hidup di awan," kata UAS.

Ustaz Abdul Somad menempuh pendidikan dasar di SD Al-Washliyah Medan dan tamat tahun 1990.

Ia lalu melanjutkan ke MTs Mu'allimin Al-Washliyah yang juga masih di Medan dan tamat tahun 1993.

Selama satu tahun setelahnya, UAS menimba ilmu di Pondok Pesantren Darul Arafah, Deliserdang, Sumatera Utara.

Kemudian keluarga UAS memutuskan untuk merantau ke Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, bekas kerajaan Melayu Pelalawan yang merupakan pecahan dari Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Di tanah perantauan itu UAS melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragiri Hulu sampai lulus tiga tahun kemudian.

Pada tahun 1998, UAS mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

UAS dan 99 orang lainnya berhasil menyingkirkan 900 peserta yang ikut seleksi.

"Lalu kemudian melanjutkan ke Universitas Al-Azhar tahun 1998 sampai 2002. Empat tahun saya pulang, melanjutkan ke UKM, Universiti Kebangsaan Malaysia jurusan FPI, Faculti Pengajian Islam," ucap Ustad Abdul Somad.

Namun Di UKM Malaysia, UAS hanya sempat kuliah selama dua semester saja.

Ia kemudian mendapatkan beasiswa S2 dari The Moroccan Agency of International Cooperation di Dar El-Hadith El-Hassania Institute, Maroko.

"Lalu dapatlah tahun 2004 saya berangkat, 2006 akhir dapatlah gelar setelah dua tahun di sana dari Darul Hadits di Rabat, nama gelarnya DESA. Tapi malu saya memakainya. Masa jauh-jauh balik Desa. Jadi saya tulis ajalah Lc, MA. Karena kebanyakan orang pakai MA," kata UAS.

Menurutnya, Dar El-Hadith El-Hassania Institute, Maroko, setiap tahunnya hanya menerima 20 mahasiswa melalui jalur beasiswa.

15 di antaranya diperuntukkan bagi pelajar Maroko dan 5 sisanya diperebutkan oleh pelajar dari seluruh dunia.

"AMCI memberi beasiswa tujuh tahun, saya baru habiskan dua tahun, berarti ada jatah lima tahun lagi. Tapi kata emak saya waktu saya mau lanjut Doktor, tak ada gunanya kau balik Doktor kalau aku almarhumah."

"Akhirnya saya baliklah. Itulah mengapa saya tak Doktor. Kesal seumur hidup tak dapat dijemput balik. Makanya kalau udah salaman, kenalkan Doktor, aduh ciut saya," ujar UAS.

Setelah selesai wisuda, UAS menyempatkan diri untuk menunaikan ibadah haji ke Mekkah, Arab Saudi.

Kebetulan waktu itu musim haji pada bulan Desember.

Selesai berhaji, UAS terbang dari Jeddah ke Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam menggunakan pesawat Royal Brunei.

"Itulah singgah saya ke rumah guru saya Haji Armawi Abdurrahman. Beliau juara Musabaqoh Tahfiz Quran di Mekkah Al-Mukarramah tahun 1987-1988."

"Kemudian beliau mengajar di Pondok Tahfiz Quran. Jadi saya dapat info, ustad saya mau datang ke Brunei, datanglah, maksudnya mau transit kalau bisa dapat kerja di Brunei," tutur UAS.

Setelah melamar pekerjaan ke sejumlah tempat, UAS lalu pulang ke rumah orangtuanya di Riau dan menjadi dosen di sebuah universitas swasta.

Ia kemudian mengikuti tes untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil.
UAS mendapatkan kabar bahwa dirinya diterima sebagai dosen kontrak di universitas yang ada di Brunei Darussalam.

"Hari itu pikiran bercabang. Kata emak saya tak usahlah kau pergi lagi karena sudah terlalu lama jauh. Anak tak banyak, saya anak pertama adik saya anak ke-dua. Kau di sini sajalah walaupun hujan batu di sini hidup juga kau nanti. Itu skenario Allah SWT," ucap UAS.

UAS Temani Ibu Sebelum Meninggal

Sebelum berpisah dengan ibundanya, Ustadz Abdul Somad (UAS) sempat mengantarkan ibundanya ke swalayan untuk berbelanja barang kebutuhan harian.

Maulana salah seorang tetanngga yang rumahnya tepat di depan kediaman Rohana ibunda UAS di Perumahan Amiraya Residence, Jalan Suka Karya, Pekanbaru bercerita, dua hari sebelum meninggal dunia, tepatnya hari Sabtu (16/3/2019), UAS seharian di rumah bersama sang ibu.

"Hari Sabtu kemarin itu UAS sama ibu nya seharian di rumah, ngak kemana-mana dia, dirumah aja, ada keluar sebentar ngantarkan ibunya pergi ke swalayan belanja kebutuhan harian," kata Maulana.

Setelah seharian bersama sang ibu, dan sempat mengantarkan ibundanya ke swalayan, UAS pun akhirnya terbang ke Jawa Timur untuk mengisi ceramah.

"Sabtu, malam minggu UAS terbang ke Jawa Timur, ada jadwal ceramah disana," ujarnya.

Namun siapa yang menyangka, jika pertemuan antara UAS dengan ibundanya tersebut merupakan pertemuan terakhir UAS dengan sang ibu.

Senin (18/3/2019) pagi, Rohana ibunda UAS yang tinggal di Perumahan Amiraya Residence, Jalan Suka Karya, Pekanbaru meninggal dunia di RS Sansani Pekanbaru.

Tetangga yang tinggal di perumahan Amiraya Residence, Jalan Suka Karya, mengaku keget saat mendengar kabar Rohana meninggal dunia, Senin (18/3/2019).

Sebab Rohana tidak mengalami sakit dan sehari sebelumnya masih terlihat sehat berjalan kaki menuju ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah.

"Baru saja kemarin saya jumpa, shalat di magrib di masjid," kata Maulana.

Maulana mengungkapkan, kabar meninggal dunianya ibunda UAS langsung tersebar setelah petugas masjid di perumahan tersebut mengumumkan melalui pengeras suara.

"Tadi sibuh pas mau ambil wudhu di kamar mandi nenek mengeluhkan sakit kepala, karena sakit kepalanya cukup kuat, nenek langsung terduduk," kata Maulana.

Melihat neneknya tidak segera bangkit dan terus memegang kepalanya, saat itu salah seorang saudara dari UAS yang tinggal serumah dengan UAS langsung memanggil satpam perumahan.

Subuh itu juga ibunda UAS langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan medis.

Tidak berselang lama, terdengar kabar jika Rohana, ibunda UAS mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Sansani Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru.

"Kami benar-benar kaget, karena sebelumnya nenek sehat-sehat saja," ujarnya.

Sebelumnya, kediaman Ibu Rohana ibunda Ustadz Abdul Somad (UAS) di Perumahan Amiraya Residence, Jalan Suka Karya, Pekanbaru terlihat ramai, Senin (18/3/2019).

Kondisi rumah ibunda UAS pagarnya terlihat terkunci rapat, begitu juga dengan pintu depan dan seluruh jendela juga terkunci rapat. Ada satu unit sepeda motor dan satu unit mobil terparkir di depan rumah Rohana ibunda Ustadz Abdul Somad (UAS).

Namun di depan rumah ibunda UAS terlihat tetangga berkumpul menunggu kedatangan jenazah. Meskipun dikabarkan jika jenazah tidak dibawa ke kediamannya di Jalan Suka Karya, namun langsung dibawa Sumatera Utara.

Yeti salah seorang tetangga Rohana, membenarkan jika ibunda Ustadz Abdul Somad (UAS) meninggal dunia Senin (18/3/2019) subuh.

Ia pun mengaku terkejut mendengar kabar tersebut. Sebab Sabtu kemarin ia baru saja bertemu dengan Rohana berjalan kaki di sekitar komplek perumahan menuju ke Masjid Ibadurrahman.

"Kaget juga kami, baru Sabtu kemarin jumpa sama nenek jalan kaki ke Masjid," kata Yeti.

Meninggalnya ibu Rohana sempat diumumkan melalui pengerahan suara lewat Mesjid di sekitar kediaman UAS di Jalan Sukakarya Perum Amiraya Pekanbaru.

Baca: Penerimaan Anggota Polri 2019, Siapkan Berkas Persyaratan dan Ini Link Serta Cara Daftar Online

Baca: Tanggapan Andi Arief Soal Karni Ilyas yang Dikritik Karena Tema ILC Terkait OTT Romi Tak Singgung 01

Baca: Keanehan Muncul Ikan Hiu dari Gunung di Sentani Usai Banjir Bandang, Pertanda Bencana Lebih Besar?

"Innalillahi wa innalillahi rojiun. Telah berpulang kerahmatullah Ibunda Ustadz Abdul Shomad meninggal pagi ini info dari mesjid. Alamat jalan Sukakarya Perum Amiraya B9," demikian dituliskan Ketua Forum Guru Honor Riau Eko Wibowo dalam postingannya di Media Sosial.

Menurut informasi yang didapat Tribun Jenazah Almarhumah meninggal di RS Sansani Pekanbaru, selanjutnya jenazah akan langsung dibawa ke kampung halamannya Sumatera Utara. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

 

TONTON VIDEO: Sungai Batanghari Surut, 2 Ekor Buaya Jadi Ancaman Kerap Muncul di Desa Terusan

IKUTI INSTAGRAM KAMI: TER-UPDATE TENTANG JAMBI

Artikel ini telah tayang di posbelitung.co dengan judul Ustaz Abdul Somad Temani Hajah Rohana Lakukan Hal Ini Sebelum Sang Ibu Meninggal Dunia
dan judul Sebelum Ibunya Meninggal, Ustaz Abdul Somad Pernah Posting Kisah Anak yang Jengkel Pada Ibunya

Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved