Pilpres 2019

Pernyataan Cawapres Nomor urut 01 Maruf Amin Tentang 10 Years Challange, Lihat Potret Lawasnya

Debat ketiga Pilpres 2019 antara Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin melontarkan kalimat '10 Years Challange'.

Editor: andika arnoldy
zoom-inlihat foto Pernyataan Cawapres Nomor urut 01 Maruf Amin Tentang 10 Years Challange, Lihat Potret Lawasnya
ist
Beredar potret lawas Ma'ruf Amin saat masih muda.

TRIBUNJAMBI.COM- Debat ketiga Pilpres 2019 antara Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin melontarkan kalimat '10 Years Challange'.

Pernyataan Maruf Amin dalam debat bersaman Sandiaga Uno telah digelar pada Minggu (17/3/2019) malam di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

Membuat netizen terhenyak.

Tak ayal pernyataan kalimat '10 Years Challange' ini menjadi pembahasan masyarakat dunia maya hingga masyarakat.

Baca: Kevin Aprillio Anak Addie MS Beli Ferrari Rp 3,5 M dari Hasil Keringat Sendiri, Bukan dari Musik

Baca: Siswa Kelas I SD di Jambi, Jadi Korban Pelecehan Kakak Kelas, Begini Kronologis yang Didapat PPA

Baca: Mudahkan Lakukan Pengawasan di KPU, Gudang KPU Sarolangun di Pasang CCTV

Pengamat politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, punya penilaian tersendiri atas penampilan kedua cawapres. terutama Ma'ruf Amin.

Menurut dia, Ma'ruf Amin berhasil mematahkan dugaan banyak orang. Ia tampil di luar dugaan.

Dikutip GridHot.ID dari Kompas, Arya mengatakan, penampilan Ma'ruf Amin pada debat ketiga cukup mengejutkan.

Ia menganggap, apa yang disampaikan Ma'ruf sesuai dengan konteks dan tema debat.

"Debat semalam menunjukkan bahwa Kiai Ma'ruf itu berhasil membuat atau mengambil momentum dan membuat orang kagum karena sebelumnya di debat pertama masih tidak maksimal seperti yang tampak di debat ketiga," ujar Arya ketika dihubungi, Minggu (17/3/2019).

Sementara berbagai istilah yang dilontarkan Ma'ruf, menurut dia, bukan tanpa tujuan. Ada kelompok yang disasar.

Pertama, menurut Arya, kalangan profesional.

Menurut dia, hal ini terlihat dari penjelasan Ma'ruf yang berulang soal dunia digital hingga iklim investasi.

 Ma'ruf juga menggunakan istilah-istilah yang biasa digunakan kalangan profesional, seperti semangat "maximize utility" hingga "decacorn".

Bahkan, berulang kali ia mencetuskan istilah "DUDI" yang merupakan singkatan dari dunia usaha dan dunia industri.

Arya menilai, dengan penggunaan istilah-istilah itu, Ma'ruf ingin menunjukkan bahwa dia juga memahami isu-isu di kalangan profesional.

Halaman
1234
Sumber: GridHot.id
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved