TRIBUNWIKI - Hubungan Soekarno dan Dukun Sakti Marga Serampas Jambi, Dikasih Mobil Tapi Minta Radio

Kisah Soekarno dan dukun sakti Marga Serampas ini terjadi pada 1960-an. Anak buah Kolonel Abunjani menjemputnya, lalu membawanya ke Jakarta.

Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Duanto AS
(Dok. Kompas/Song)
Presiden Soekarno 

"Tentu kalau dulu memang banyak cerita dari Marga Serampas tentang ilmu hitamnya, tapi kalau sekarang nggak ada lagi. Sudah mulai jarang semenjak masuk agama," Ungkap M Yusuf yang ternyata juga kerja di salah satu lembaga pemerintahan. ( Tribunwiki)

Sembari tersenyum kecil ia menambahkan bahwa beberapa tahun kebelakang orang-orang Serampas yang tak bisa bahasa Indonesia ini sudah cukup modern.

Masyarakat Marga Serampas tidak menolak kemajuan, bisa dilihat jika main kesana kita akan menemukan parabola dan televisi hampir di setiap rumah.

Depati Mudo Karti Menggalo (kanan)
Depati Mudo Karti Menggalo (kanan) (Tribun Jambi/Jaka HB)

"Tidak terlalu ketinggalan dan juga tidak terlalu maju," tambah Depati yang membawahi tiga desa ini sembari tertawa.

Anak Badulambun

Pada waktu yang berbeda Tribunjambi.com menghubungi Alutral, anak lelaki Badulambun yang urutan keempat dan sudah berumur 59 tahun.

"Dulu itu awal tahun 1962, dio ke Jakarta. Melalui Danrem Jambi waktu itu ia dijemput oleh anak buah Kolonel Abunjani. Satu letnan dan dua sersan. Di bawa ke Jambi dan langsung berangkat ke Jakarta," ungkapnya.

Alutral membenarkan perihal ayahnya yang waktu itu berangkat ke Jambi dan langsung ke Jakarta untuk mengobati Bung Karno waktu itu.

Presiden Soekarno
Presiden Soekarno ((Dok. Kompas/Song))

"Kalau kata orang dusun tu namonyo menghilang 4 sampai 6 bulan. Dibawa ke istana Bogor, istana Bali, keliling-keliling," kisahnya.

Pada waktu itu kondisi Soekarno, tutur Alutral menceritakan sang ayah, mengalami sakit Batu Rajo atau yang biasa dikenal dengan batu ginjal. ( Tribunwiki)

Bung Karno, diketahui Alutral dari cerita ayahnya, tidak mau dioperasi.
Karena itulah Badulambun yang kemudian dikirim ke Jakarta.

Hadiah yang berbeda

Versi berbeda dari yang diceritakan M Yusuf dan Alutral, ada pada hadiah untuk Badulambun.

Alutral menambahkan waktu itu presiden pertama itu menawarkan hadiah mobil, boleh pilih mobil mana pun yang dia mau.

Badulambun hanya menginginkan oleh pemerintah dibukanya jalan.
"Cuma itu maunyo, minta buka jalan dari Bangko sampai ke Tanjung Kasri," ungkapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved