Puluhan Hektare Sawah Gagal Panen di Sarolangun, Banjir Masih Rendam Dua Kecamatan

"Dampak dari banjir aktivitas masyarakat di beberapa desa lumpuh total, seperti di Desa Pulau Pandan Kecamatan Limun," kata Trianto

Editor: Awang Azhari
tribunjambi/wahyu
Banjir di Sarolangun, mulai surut 

SAROLANGUN, TRIBUN - Banjir yang terjadi di Kabupaten Sarolangun beberapa hari lalu, berdampak cukup luas di tengah-tengah masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun menyebut setidaknya terdapat enam kecamatan yang mengalami dampak banjir.

Dari pendataan BPBD Sarolangun, kecamatan yang dilanda banjir diantaranya Kecamatan Sarolangun, Batang Asai, Cermin Nan Gedang, Limun, Pelawan dan Air Hitam.

Dari enam kecamatan dilanda banjir, mengakibatkan sekitar 1.430 kepala keluarga terdampak banjir dan aktivitas sehari hari menjadi terhambat.

Tak hanya itu, banjir juga merendam 250 hektare sawah dan kebun milik warga, kemudian 30 hektare sawah dinyatakan gagal panen.

"Dampak dari banjir aktivitas masyarakat di beberapa desa lumpuh total, seperti di Desa Pulau Pandan Kecamatan Limun," kata Trianto, Kepala BPBD Sarolangun, kemarin.

Namun dikatakan Trianto, banjir di enam kecamatan itu mulai berangsur surut, tinggal dua kecamatan masih terendam akibat banjir kiriman. "Kecamatan Pauh dan Mandiangin yang masih terendam," katanya.

Pihaknya minta warga, tetap waspada karena kondisi cuaca yang belum stabil saat ini. Dan jangan sungkan untuk melapor ke pihak BPBD. “Tim Reaksi Cepat (TRC) selalu kita siagakan," katanya lagi.

Sementara, Camat Sarolangun, Huzairin mengatakan banjir di wilayahnya terdampak pada Desa Ladang Panjang beberapa hari yang lalu hingga melumpuhkan aktivitas masyarakat.

"Banjir sudah mulai surut, saat ini sedang kita data untuk menerima bantuan," ujarnya. (cwa)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved