Terungkap Kisah Cinta Prabowo Subianto, Jatuh Cinta Pada Perawat Dan Fakta Menikahi Titiek Soeharto.
Sebagaimana manusia biasa, dia juga sempat merasakan jatuh cinta pada wanita yang merupakan seorang perawat saat masih aktif menjadi prajurit TNI.
Prabowo Bandingkan Perawat dan Tentara
Calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan, profesi tenaga kesehatan merupakan profesi mulia.
Sebab profesi itu berurusan dengan menyelamatkan nyawa manusia.

Hal itu ia ungkapkan saat berpidato di depan ratusan tenaga kesehatan acara dialog silaturahim bersama komunitas kesehatan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).
"Profesi Anda di bidang kesehatan itu sebetulnya pekerjaan yang mulia karena Anda berurusan dengan menyelamatkan nyawa," ujar Prabowo Subianto.
Lantas ia membandingkan dengan pekerjaan yang pernah digelutinya, yakni tentara.
Baca: FB LIVE Tutorial Menggambar Kak Ruli, Kartunis Atuk Kulup Tribun Jambi Lagi Bareng Adik-adik TK
Baca: Dugaan Human Trafficking di Kelapa Gading Jakarta, Ibu Korban Temui Hotman Paris di Kopi Johny
Baca: 8 Tanda Pacarmu Nggak Niat Serius Denganmu, Putusin Sebelum Nyesal!
Tentara, kata Prabowo Subianto, cenderung lebih dekat dengan menghilangkan nyawa manusia.
Bahkan ia sempat berkelakar bahwa profesi tentara kurang mulia dibandingkan dengan tenaga kesehatan.
"Sebetulnya tentara itu pekerjaannya perlu ya tapi agak kurang mulia juga. Maaf, bukan saya enggak loyal tapi kita kan tugasnya menghilangkan nyawa," ujar Prabowo.
"Tapi tentunya kita menghilangkan nyawa yang mengancam keselamatan bangsa negara dan rakyat kita," ucapnya.
Prabowo pun menegaskan bahwa seorang prajurit, meski dilatih untuk berperang, namun dilarang untuk melukai atau mengancam keselamatan orang yang tidak berdosa.
Menjadi seorang prajurit, kata dia, memiliki kewajiban untuk membela seluruh bangsa dan negara.
Bukan hanya membela suatu golongan tertentu saja.
"Orang yang jahat pun kita harus kasih peringatan, kalau masih terus mengancam keselamatan orang banyak terpaksa kita harus lindungi," tutur Prabowo Subianto.
"Jadi, prajurit yang benar adalah prajurit yang membela seluruh bangsa negara dan rakyat. Tidak boleh membela suatu golongan saja," ujar mantan Komandan Jenderal Kopassus itu.
