Banyak Membaca Bisa Cegah Alzheimer
Baik demensia dan alzheimer adalah gangguan otak yang gejala utamanya kesulitan untuk mengingat berbagai hal.
Baik demensia dan alzheimer adalah gangguan otak yang gejala utamanya kesulitan untuk mengingat berbagai hal.
Alzheimer dapat dikatakan sebagai satu diantara jenis dari demensia. Penyakit alzheimer disebabkan kerusakan atau kematian sel otak dan belum dapat disembuhkan hingga saat ini.
“Selain alzheimer, jenis demensia lainnya adalah demensia vaskuler. Penyebabnya adalah stroke atau penyakit yang berhubungan dengan gangguan pembuluh darah di otak dan untuk jenis demensia vaskular tidak bergantung dari usia seseorang. Karena saat ini sudah sering ditemui penderita stroke usia produktif,” ungkap dr. Hernina Oktaviani.
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan aktivitas positif, membaca, atau hal lainnya yang dapat menstimulasi otak.
Biasanya saat seseorang memasuki tahap post power syndrome akan mengalami depresi.
“Lama-lama kalau tidak dicegah, tidak dibarengi dengan aktivitas positif maka kemungkinan akan terserang demensia. Bagi keluarganya atau orang terdekatnya jangan mengekang lansia itu karena efeknya lansia akan merasa tidak berguna. Biarkan saja mereka melakukan aktivitas mandiri agar otak mereka terstimulasi,” paparnya.
Upaya pencegahan juga bisa dilakukan jauh sebelum masuk usia lansia. Bisa juga dari makanan yang tidak mengandung vetsin, bahan pengawet, latihan untuk menjaga emosi.
Terlebih juga pada wanita yang mengalami menopause dimana kadar hormon sudah menurun. Sehingga aktivitas fisik dan otak secara positif dapat mencegah kemunduran fungsi intelektualnya. (nurlailis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/24112017_lupa-tempat-parkir_20171124_182427.jpg)