Jumat, 1 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Dewan Kota Jambi Dorong IKM Masuk Industri Besar

Yakni, perlu adanya sarana dan prasarana untuk merangsang industri bisa tumbuh dan berkembang secara pesat.

Tayang:
Penulis: Rohmayana | Editor: Nani Rachmaini

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi membeberkan pentingnya ‎ pemetaan IKM di Kota Jambi, agar potensi industri bisa dihitung secara jelas.

Potensi industri di Kota Jambi sangat besar meskipun masih berskala IKM. Sehingga perlu didorong agar bisa masuk ke jaringan industri besar, baik berskala lokal, regional, nasional atau bahkan internasional.

"Perlu kerjasama semua pihak untuk mewujudkan keterlibatan IKM dalam jaringan industri," ungkap Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi, Sutiono.

Selebihnya, Sutiono juga kembali mengutarakan peran pemerintah dalam rangka memberikan fasilitas pengembangan bagi para pelaku industri.

Yakni, perlu adanya sarana dan prasarana untuk merangsang industri bisa tumbuh dan berkembang secara pesat.

Baca: VIDEO: Cuaca Ekstrem Akibatkan Sungai Batang Asai Meluap, Lahan Sawah Ikut Terendam

Baca: Wejangan Ibu Ani Yudhoyono untuk Gubernur Jatim Khofifah & Wagub Emil Dardak Lewat Video Call

Baca: VIDEO KULINER: Tekwan Mang Aman dari Tahun 1988, Nih Lokasi Kuliner Jambi yang Enak

"Perlu adanya promosi dan pembinaan yang baik, supaya juga bisa masuk ke supermarket, minimarket atau swalayan," katanya.

Sementara itu, Kabid Perindustrian Disperindag Kota Jambi, Rita Erlina mengatakan bahwa jumlah IKM di kota Jambi ada sebanyak 3.011. Jumlah itu terdiri dari beberapa cabang industri di antaranya adalah industri tekstil, kerajinan, makanan, minuman, perbengkelan, dan lainnya.

"Untuk khusus makanan yang sudah merambah ke swalayan itu ada sebanyak 150 IKM."

"Ada juga yang sudah merambah ke derah tetangga seperti Pekanbaru dan Palembang," katanya.

Dia juga menyebutkan beberapa kendala yang dialami oleh para pelaku IKM, diantaranya adalah keterbatasan bahan baku dan juga permodalan.

"Saya contohkan misalnya pada saat memasuki bulan Ramadhan tentu permintaan meningkat."

"Itu bisa di angka 20-30 persen meningkatnya. Itu biasanya bahan bakunya terbatas dan harganya juga naik."

"Sehingga yang modalnya kecil tentu terhambat," pungkasnya.(*)

TONTON VIDEO: Fellas Café, Lokasi Hangouts Tempat Dimana Teman Bertemu

IKUTI INSTAGRAM KAMI: TER-UPDATE TENTANG JAMBI

Baca: Pesawat Lion Air Dikabarkan Tergelincir di Pontianak, Berikut Videonya

Baca: Orang Pendek Berkaki Terbalik yang Hidup di Hutan TNKS Kerinci Jambi, Catatan Marco Polo 1292

Baca: Live Streaming Persebaya vs Persinga di JTV Laga Babak 32 Besar Piala Indonesia, Kick Off 15.30 WIB

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved