Bule Ngamuk di Konjen Swiss Denpasar, Minta Tiket Pulang, Disuntik Bius hingga 'KO' Lalu Diikat

Bule itu melakukan perlawanan cukup kuat saat hendak diamankan. Akhirnya, petugas memberikan suntikan bius.

Editor: Duanto AS
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Bule asal Swiss diamankan ke dalam ambulans oleh petugas BPBD Denpasar setelah mengamuk di kantor Konsulat Jenderal Swiss, Denpasar, Kamis (31/1/2019). 

Sementara itu Kapolsek Denpasar Timur AKP Nyoman Karang membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Iya benar di Kantor Konsulat Switzerland (Swiss) Jalan Ganetri No. 9 D telah terjadi orang mengamuk. Dia warga negara asing Switzerland atas nama Peter Hugo (68)," kata Nyoman.

"Seminggu yang lalu pelaku datang ke konsulat untuk melaporkan kehilangan paspor. Kemudian konsulat menyarankan kepada pelaku untuk melaporkan atau berangkat ke Jakarta guna berkoordinasi lebih lanjut terkait proses kepengurusan paspor baru di Kedubes Swiss di Jakarta," jelas Nyoman Karang.

Nyoman Karang menambahkan, beberapa hari yang lalu dari kantor Kedubes Swiss di Jakarta menghubungi saksi lewat telepon bahwa pelaku sudah ada di Jakarta dan diberitahu bahwa pengurusan/proses pembuatan paspor baru butuh waktu dan itu sudah sesuai prosedur.

Akan tetapi pelaku tidak sabar dan sempat ribut.

Bule asal Swiss diamankan ke dalam ambulans oleh petugas BPBD Denpasar setelah mengamuk di kantor Konsulat Jenderal Swiss, Denpasar, Kamis (31/1/2019).
Bule asal Swiss diamankan ke dalam ambulans oleh petugas BPBD Denpasar setelah mengamuk di kantor Konsulat Jenderal Swiss, Denpasar, Kamis (31/1/2019). (Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

Dari keterangan Staf Kedutaan Swiss Ulrike Kelle, kata Nyoman Karang, dua hari yang lalu istri pelaku juga datang ke kantor.

Sang istri mengatakan bahwa paspor pelaku sebetulnya masih ada di rumah di Buleleng. Disebutkan oleh si istri bahwa pelaku sedang mengalami depresi atau tekanan jiwa.

Pada Kamis siang kemarin, Peter Hugo kembali datang ke kantor Konjen Swiss dan kini dia mengeluh tidak punya uang untuk pengurusan paspor.

Konsulat menyarankan untuk sabar dan tenang serta akan memberikan solusi agar bisa diselesaikan permasalahan ini.

Tiba-tiba pelaku langsung keluar dengan alasan mencari makan.

Selang beberapa menit pelaku datang dan masuk ke ruangan minta kopi kepada salah satu staf konsulat yang pada saat itu sedang duduk dekat pelaku.

Tiba-tiba pelaku menyiramkan kopi ke saksi di bagian kepala saksi serta mendorongnya.

Kemudian saksi berusaha ke luar ruangan untuk menyelamatkan diri, tetapi pelaku mengejar saksi hingga ke luar.

Kemudian pelaku masuk lagi ke dalam kantor dengan melempari lonceng di dalam kantor hingga lonceng pecah dan mengenai almari arsip.

Pelaku juga mengobrak-abrik barang-barang yang ada di ruang staf.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved