Sebelum Mengakhiri Hidupnya, Siswi SMP di Pauh yang Gantung Diri, Tulis Pesan Buat Orangtuanya

Mendengar keterangan dari adik korban, para tetangga langsung ke rumah korban dan melihat posisi korban sudah tergantung di ruang dapur.

Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Deni Satria Budi
NET
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Seorang pelajar SMP yang masih berusia belasan tahun, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dapur rumahnya.

Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wiralaksana S.IK, M.AP melalui Kabag Ops Kompol Agus mengatakan, peristiwa tersebut terjadi Selasa (29/1/2019) sekira pukul 11.00 WIB di dalam rumah korban, di Dusun Sukamaju, Desa Lubuk Napal, Kecamatan Pauh.

Menurut Kabag Ops, hari itu Selasa sekira pukul 11.00 WIB, dua orang adik korban melihat kakaknya yang sudah tergantung, lalu memanggil tetangga dan memberitahukan kalau kakaknya (korban,red) sudah tergantung di rumah korban.

Baca: Jelang Pemilu 17 April 2019, Kurniadi Minta KPU Siapkan TPS Ramah Bagi Komunitas Disabilitas

Baca: Penggelapan Pajak di Samsat Muarojambi Ada 17 Laporan

Baca: Video Syur Siswi SMP Durasi 6 Menit Tersebar, Nasibnya Kini Saat Sudah SMA Seperti Ini

Mendengar keterangan dari adik korban, para tetangga langsung ke rumah korban dan melihat posisi korban sudah tergantung di ruang dapur. Lalu warga berusaha melepas tali gantungan dengan cara dipotong dengan menggunakan pisau.

Sementara itu Kapolsek Pauh, Akp Tohir mengatakan, dari hasil penyidikan dan penelusuran tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan surat yang diduga ditulis korban sebelum mengakhiri hidupnya.

Surat tersebut menuliskan tentang kekecewaannya terhadap kedua orangtuanya yang sering cekcok.

Dikatakan Kapolsek, tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. Kejadian tersebut murni bunuh diri terlihat dari bekas jeratan tali yang ada di leher korban.

Baca: Syoknya Ria Ricis, Tiba-tiba Krunya Mendadak Berhenti dan Pindah Kerja ke Raffi Ahmad

Baca: 2 Elite KKO di Hukum Mati di Singapura, Pasukan Marinir TNI AL Berang dan Rencanakan Penyerbuan

Baca: Video Vanessa Angel Satu Ini Ditonton Hingga 3 Juta Kali, Padahal Tidak Ada Suaranya

Dugaan sementara kata Kapolsek, motifnya korban kecewa dengan orangtua korban karena sering ribut dan korban kurang diperhatikan oleh orangtuanya. Sehingga korban mengambil jalan pintas dengan gantung diri.

"Anak tu, meraso dak diperhatikan orang tua yang sering ribut jadi dio kesal," katanya

Pada hari itu juga sekira pukul 12.30 Wib, korban langsung dimakamkan di TPU Dusun Sukamaju Desa Lubuk Napal Kecamatan Pauh.

"Ya dimakamkan hari itu, keluarga menolak untuk di Autopsi," ujarnya.

Baca: 5 Besar Negara dengan Militer Terkuat, Satu Negara Ini Punya Banyak Rakyat Miskin

Baca: Yasir Arafat Ditabrak Mobil Dari Belakang, Pengawas Pemilu di Bungo, Jadi Korban Tabrak Lari

Baca: Brutal Latihan Calon Marinir TNI, Bangun Subuh dengan Rentetan AK 47 dan Ledakan Granat

Dari kejadian itu, kedua orang tua korban gantung diri yaitu Budi Harjo, (45) dan Marni, (40) kini telah diamanakan ke pihak polsek pauh dan sedang dalam pemeriksaan

"Ya, semua saksi diminta keterangan termasuk orang tuanya," katanya

Beberapa waktu lalu, peristiwa bunuh diri dengan cara gantung diri juga dilakukan siswa SMK Sarolangun di Kecamatan Pauh.

Kejadian itu dilakukan siswa SMK tersebut di dalam kamarnya, pagi hari sebelum berangkat sekolah. Sampai saat ini juga pihak kepolisian masih dalam peyelidikan kasus gantung diri tersebut.(*)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved