Syarat Menjadi Kopaska, Wajib Ikuti Latihan Seperti Neraka Untuk Gabung Pasukan TNI AL Paling Seram

Kopaska kerap diturunkan dalam misi pertempuran setengah mustahil. Untuk itulah diperlukan orang-orang terbaik untuk menjadi prajurit Pasukan katak.

Syarat Menjadi Kopaska, Wajib Ikuti Latihan Seperti Neraka Untuk Gabung Pasukan TNI AL Paling Seram
Tribun Kaltim
Kopaska TNI AL 

Mereka sudah harus tahu bagian-bagian kapal.

Kemudian harus sudah pernah bertugas di kapal TNI AL selama dua tahun atau lebih.

Sementara itu latihan yang harus dilalui oleh calon anggota Pasukan Katak disebut juga dikenal sangat berat. 

Minggu pertama yakni calon prajurit harus menjalani hellweek.

Latihan yang benar-benar menguras emosi, tenaga dan keringat sampai ke tetes terakhir.

Pasukan Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) melakukan pengintaian dalam latihan operasi Over The Beach Operation di Kompleks Satuan Koarmabar I Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (7/8/2017). Kegiatan tersebut merupakan latihan rutin yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan anggota Kopaska dalam menghadapi musuh. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pasukan Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) melakukan pengintaian dalam latihan operasi Over The Beach Operation di Kompleks Satuan Koarmabar I Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (7/8/2017). Kegiatan tersebut merupakan latihan rutin yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan anggota Kopaska dalam menghadapi musuh. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Dalam buku Kopaska, Spesialis Pertempuran Laut Khusus yang diterbitkan dalam rangka 50 tahun Kopaska Hellweek merupakan saat-saat paling sulit yang mesti dilalui oleh calon prajurit Kopaska

Setiap calon pasukan katak tak pernah diberi tahu kapan rangkaian hellweek dimulai.

Bisa saja tiba-tiba saat mereka belajar di kelas, atau saat tidur terlelap.

Hellweek dibuka dengan ritual bersama-sama memakan nasi komando.

Yakni nasi hasil blenderan nasi, lauk pauk, telur mentah, minyak ikan dan terasi.

Makanan ditaruh dalam satu tempat dan dimakan secara bergiliran.

Jika salah satu muntah di tempat itu, maka yang berikutnya tetap harus memakan nasi komando itu sampai tandas.

Baca: Video Viral! Remaja Bawa Jasad Ibunya dengan Sepeda Butut ke Hutan dan Gali Kuburan Ibunya Sendirian

Baca: Terbaru, Nama-nama 21 Artis dan Model Terkait Prostitusi Online yang Diungkap Polda Jatim

Baca: 2 Hari Jalan Kaki, Polres Kerinci Temukan Ladang Ganja 2 Hektare di Dalam Hutan TNKS

Minuman yang diberikan adalah jamu brotowali meski menyehatkan, tapi rasanya pahit.

Selama pendidikan, nama mereka diganti dengan nama hewan laut seperti tongkol, udang, paus, kakap.

Tak ada paksaan untuk mengikuti latihan ini, para prajurit yang tak kuat bisa berhenti kapan saja.

Siswa yang gugur atau mengundurkan diri diminta meletakkan topi bajanya di pinggir lapangan.

Pasukan khusus Kopaska
Pasukan khusus Kopaska ()

Setelah lulus Hellweek para prajurit ini dikenalkan berbagai senjata dan memulai latihan menembak.

Para calon anggota Kopaska juga harus menjalani latihan komando gunung hutan dan longmarch.

Setelah latihan Komando gunung hutan selesai dilalui para calon pasukan katak mesti menjalani latihan terjun.

Setelah itu mereka digembleng aneka praktik demolisi dan pertempuran bawah laut khusus.

Setelah itu dilakukan latihan praktik intelejen.

Total rangkaian seluruh pendidikan ini makan waktu 10 hingga 12 bulan.
Setelah lulus barulah mereka berhak mengenakan brevet Pasukan Katak dan baret merah.

Pertama Dibentuk 12 Orang yang Lulus Seleksi

Saat pertama Kopaska dibentuk pada tahun 1962 suasana di tanah air sedang tegang.

Indonesia terlibat konfrontasi dengan Belanda dalam perebutan Irian Barat.

Kopaska pun berdiri dengan motto Tan Hana Wighna Tan Sirna.

Tak ada rintangan yang tak bisa dilewati.

Perekrutan dan Latihan Dirahasiakan

Untuk merekrut anggota Komando Pasukan Katak, pada Akhir Januari 1962, Markas Besar AL memanggil sejumlah personel korps pendidikan jasmani AL dengan kepangkatan mulai dari tamtama sampai perwira pertama (Pama).

Jika dijumlah, personel yang terkumpul saat itu mencapai 17 orang, dengan pangkat mulai dari kopral sampai kapten.

Mereka kemudian diwajibkan ikut dalam tes Lapsi AL dan kesamaptaan, termasuk di dalamnya tes menyelam selama beberapa menit (decompresion chamber).

Dari hasil seleksi ternyata hanya ada 12 orang yang dinyatakan lulus.

Awal Februari 1962 mereka mulai melaksanakan latihan fisik sekaligus juga menjalani pendidikan ke-Kopaska-an.

Pelatihan diberikan oleh para senior TNI AL yang pernah mendapat pelatihan khusus di AS, yakni Mayor O.P Koesno, Mayor Urip Santoso, dan Mayor Emil Joseph.

Pelatihan dan pendidikan yang kemudian diberikan meliputi penyelaman ringan dengan alat pemyelam khusus (SCUBA), penggunaan bahan peledak di dalam air, renang jarak jauh siang/malam, latihan peledakan bawah air/darat dalam rangka pembersihan tumpuanpantai pendaratan, teknik sabotase, menembak menggunakan pistol, dan taktik prosedur pelarian.

Pendidikan dan latihan itu khusus itu sebenarnya merupakan bagian dari perjalanan pembentukan Grup Instruktur.

Seiringan dengan perjalanan waktu pelaksanaan pelatihan, para personel Grup Instruktur ditempatkan di Hotel Thamrin, Tanah Abang, Jakarta.

Kopaska TNI AL
Kopaska TNI AL ()

Suatu penyediaan fasilitas yang sebenarnya cukup ‘wah’ pada saat itu tapi sebenarnya juga karena memiliki tujuan dan alasan khusus.

Yakni dengan alasan menjaga kerahasiaan, dan identitas mereka saat juga disamarkan.

Oleh karenanya di lingkungan hotel mereka tidak berperilaku seperti tentara.

Sementara untuk pendidikan dan pelatihan bawah air, mereka diarahkan untuk menggunakan kolam renang Gelora Senayan.

Meski waktu itu kolam renang tersebut baru saja rampung dibangun dan masih ada sedikit pekerjaan pembenahan di sana-sini.

Tanggal 31 Maret 1962, ketika para calon instruktur Kopaska itu sedang asyik latihan , suatu inspeksi yang dilakukan secara mendadak mengejutkan mereka.

Saat itu Grup Instruktur memang sedang melaksanakan schedule latihan.

Sejumlah pejabat tinggi AL, termasuk di dalamnya Menpangal (Menteri Panglima AL) Laksamana Madya R.E Matadinata, tiba-tiba berkunjung ke Kolam Renang Senayan.

Banyak yang mengira kunjungan itu adalah inspeksi biasa.

Tetapi siapa sangka, pada kesempatan itu Laksamana Martadinata ternyata langsung mengadakan upacara sederhana dalam rangka meresmikan berdirinya Komando Pasukan Katak Angkatan Laut.

Mekipun masih belum percaya, semua personel Grup Intruktur yang hanya bercelana pendek dan mengenakan kaus tanpa sepatu segera berbaris rapi untuk menyelenggarakan upacara peresmian berdirinya Kopaska.

Belakangan baru ketahuan alasan peresmian berdirinya Kopaska yang unik itu karena mereka akan segera ditugaskan dalam misi militer Operasi Trikora demi membebaskan Irian Barat (1962-1964) yang kemudian berhasil secara gemilang.

(Sumber : Kopaska Spesialis Pertempuran Laut Khusus TNI AL 2012)

Baca: KSAD Ditilang Saat Bermotor di Jogja, Begitu Lihat SIM Bambang Soegeng Polisi Kaget Langsung Siap

Baca: Kapten Encun, Mahaguru Pelempar Pisau Kopassus yang Selalu Bikin Pohon Hancur Karena Bidikannya

Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved