Bupati Harap Pembangunan Tol bisa Terealisasi, Camat Belum Dapat Informasi Ada Tol Sekayu-Jambi

Selain itu, informasi yang didapat bahwa, wilayah yang turut menjadi bagian dalam pembangunan jalan tol tersebut yaitu Kecamatan Sungai Bahar.

Bupati Harap Pembangunan Tol bisa Terealisasi, Camat Belum Dapat Informasi Ada Tol Sekayu-Jambi
ANTARA FOTO/IRSAN MULYADI
13092016_TOL SUMATERA 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Rencana pembangunan Tol Sekayu - Jambi yang turut masuk dalam wilayah Kabupaten Muarojambi, diharapkan bisa terealisasi secepatnya.

Bupati Muarojambi, Masnah Busro ketika dikonfirmasi Tribunjambi.com mengatakan, hal tersebut nantinya bisa ditanyakan lebih lanjut kepada pihak provinsi. Namun, Ia berharap agar secepatnya pembangunan tol sepanjang 168 KM tersebut dapat terealisasi.

"Nanti kepala Balai yang akan menjelaskan. Inshaallah kita harapkan bisa terealisasi," ujarnya, Selasa (15/1/2019).

Baca: Ternyata, Jalan Tol Trans Jawa yang Dibanggakan Jokowi Sebagian Digarap Sandiaga Uno, Ini Datanya

Baca: Sudjiwo Tedjo Komentari Isi Spanduk Jalan Tol Pak Jokowi

Baca: Anak Herman Seventeen Ungkap Ayahnya Kini Sudah di Surga, Mimpi Diberi Sepatu

Selain itu, informasi yang didapat bahwa, wilayah yang turut menjadi bagian dalam pembangunan jalan tol tersebut yaitu Kecamatan Sungai Bahar.

Camat Sungai Bahar, Sudarmanto mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait hal tersebut. Namun, jika pembangunan itu benar adanya, Ia berharap kepada pihak terkait untuk mensosialisasikan hal tersebut.

"Informasinya belum kita terima. Tapi jika itu ada, saya tidak masalah. Yang penting dengan masyarakat intinya selaku pemerintah tidak masalah. Karena yang punya hak itu masyarakat yang sudah memiliki sertifikat tanah," sebutnya.

Baca: Jasa Raharja Cabang Jambi Salurkan Santunan Rp 33,5 Miliar Sepanjang 2018

Baca: Al Haris Sebut Bakal Mutasi Besar - besaran, Ratusan Pejabat Eselon II, III, dan IV Merangin Diganti

Baca: Pijat Ilegal Beromset Miliaran Terbongkar, Pengakuan WNA Malaysia Pelanggannya Artis dan Polisi

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa intinya jika pembangunan itu ada, maka perlu ada koordinasi dengan masyarakat. Adapun juga diadakannya pertemuan, sehingga masyarakat juga mengetahui, terlebih mengenai ganti rugi.

"Kalau masyarakat itu aturannya ada sosialisasi. Yang sudah- sudah itu ditawarkan berapa permeter atau perhektare, baru adakan pertemuan lagi. Intinya tidak ada yang saling di rugikan," terangnya.

Baca: Yusril Ihza Mahendra Sebut Akhir Januari PBB Bakal Sampaikan Arah Dukungan di Pilpres 2019

Baca: Single Terbaru Gisella Anastasia Berisi Curhat Soal Perceraian dengan Gading yang Berujung Indah

Sementara itu, saat ini rata-rata lahan yang ada di Sungai Bahar sudah menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Untuk harga jual, dikatakan Sudarmanto, perhektare lahan sawit yang sudah berbuah diatas Rp 100 juta.

"Iya kalo ganti rugi biasanya memang masyarakat minta ganti rugi diatas harga jual, bahkan bisa lebih dua kali lipat. Karena mereka juga mikir, kalau misalnya mereka jual Rp100 juta, itung-itungannya belum tentu dia beli tanah lagi bisa dapatkan," jelasnya. (*)

Penulis: samsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved