Pasukan SAS Inggris Ditakuti, Tapi Pernah Kalah Lawan Kopassus, Hutan Kalimantan Jadi Saksi

Regu pasukan Inggris yang terdiri atas lima personel itu kemudian dibawa masuk ke tengah hutan tempat para milisi

Editor: Nani Rachmaini
Intisari
Ilustrasi pasukan SAS Inggris. 

Pasukan SAS Inggris Ditakuti, Tapi Pernah Kalah Lawan Kopassus, Hutan Kalimantan Jadi Saksi

TRIBUNJAMBI.COM - Sejarah pasukan khusus (Kopassus) bergelimang kisah mentereng, penuh dengan aksi-aksi yang mencengangkan, bak kisah dalam film-film patriot.

Kopassus yang menjadi salah satu andalan tanah air dalam berjuang menjaga keutuhan NKRI dari tangan penjajah.

Namun satu ini, bukanlah penjajah, melainkan musuh yang memasuki wilayah Indonesia secara diam-diam.

Kala itu perang terjadi antara Indonesia dan Malaysia dengan satu operasi bernama Trikora, di mana Indonesia harus menghadapi Pasukan Malaysia dan para sekutunya, seperti Inggris, Newzealand dan juga Gurkha.

Berbicara pasukan Inggris SAS, siapa sangka pasukan handal satu ini merupakan pengagum Kopassus.

Baca: Pria Bule Jauh-jauh Cari Jodoh ke Indonesia, Terungkap karena 10 Alasan Ini

Baca: Rahasia di Balik Kekuatan Super Kopassus, Ular Kobra jadi Mainan lalu Minum Darahnya

Baca: Tuduh TNI Culik 5 Warganya, TNI Ungkap Fakta Sebaliknya, Ternyata Malaysia Sedang Tutupi Borok

Selain pernah ditaklukkan Kopassus, SAS mengakui pasukan baret merah saat berlatih perang bersama.

Lalu seperti apa kualifikasi pasukan elit Inggris itu?

Pada Agustus tahun 2000 satu regu pasukan Inggris yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB (UNAMSIL) di Sierra Leone, Afrika Barat, ditawan dan disandera oleh kelompok milisi bersenjata yang dikenal dengan West Side Boys.

Regu pasukan Inggris yang terdiri atas lima personel itu kemudian dibawa masuk ke tengah hutan tempat para milisi West Side Boys bermarkas.

Baca: Dari Dokumen Rahasia CIA Terungkap, John F Kennedy Dibunuh Gara-gara Faktor Presiden Soekarno

Mereka ditawan dalam sebuah bangunan, dijaga ketat, dan diancam akan ditembak mati jika pemerintah Inggris tidak segera membayar uang tebusan.

Mujur utusan pasukan UNAMSIL masih bisa melakukan negosiasi dan bertemu dengan kelima sandera.

Salah satu sandera bahkan secara diam-diam bisa memberikan secarik kertas yang ditaruh dalam tutup pulpen dan berisi gambaran tentang situasi markas milisi dan bangunan tempat mereka ditawan.

Ilustrasi pasukan SAS Inggris.
Pasukan SAS Inggris. (Intisari)

Dengan bekal secarik kertas itu pasukan Inggris pun segera merancang operasi militer untuk membebaskan sandera dengan sandi Operation Barras.

Pasukan khusus Inggris SAS dan pasukan payungnya yang terkenal 1st Battalion Parachute Regimen, secara diam-diam segera dikirim ke Sierra Leone menggunakan sejumlah pesawat Hercules.

Baca: Pernyataan Soekarno yang Bikin Dunia Geger, PM Malaysia Tun Abdul Razak Sampai Ketar-ketir

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved