Siapa Saja Direktur Perusahaan yang Rumahnya Digeledah? KPK Temukan Deposito Rp 1 Miliar

Dari ketiga lokasi yang digeledah, KPK menyita uang Rp 200 juta dan deposito Rp 1 miliar. Selain itu ada dokumen-dokumen keuangan dan ..

Siapa Saja Direktur Perusahaan yang Rumahnya Digeledah? KPK Temukan Deposito Rp 1 Miliar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas disaksikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kedua kiri) menunjukkan barang bukti terkait operasi tangkap tangan (OTT) Kementerian PUPR di gedung KPK, Jakarta, Minggu (30/12/2018). KPK menetapkan 8 tersangka dengan barang bukti Rp 3,3 miliar, SGD 23 ribu, dan USD 3 ribu terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum. 

Dari ketiga lokasi yang digeledah, KPK menyita uang Rp 200 juta dan deposito Rp 1 miliar. Selain itu ada dokumen-dokumen keuangan dan dokumen proyek SPAM. Siapa saja direktur itu?

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Tim penyidik KPK telah selesai melakukan penggeledahan di rumah 3 tersangka kasus suap proyek-proyek pembangunan SPAM ( Sistem Penyediaan Air Minum ) di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2017-2018.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan rumah 3 tersangka itu antara lain, Direktur PT TSP (Tashida Sejahtera Perkasa) Yuliana Enganita Dibyo, Direktur Utama PT WKE (Wijaya Kusuma Emindo) Budi Suharto, dan Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar.

Penggeledahan dilakukan pada Rabu (2/1/2019) sejak pukul 15.00 WIB hingga Kamis (3/1/2019) pukul 03.00 WIB.

KPK menemukan beberapa barang bukti.

"Dari ketiga lokasi disita uang Rp 200 juta dan deposito setidaknya senilai Rp 1 miliar, serta sejumlah dokumen-dokumen keuangan dan dokumen proyek SPAM di sejumlah daerah," katanya kepada wartawan, Kamis (3/1/2019).

Baca Juga:

 Istri Sendiri Tak Tahu Suaminya Anggota Satuan Rahasia Kopassus, Membedah Isi Sat-81

 Masih Ingat Si Kopi Maut Jessica Kumala Wongso? Setelah PK Ditolak Begini Nasibnya

 Maia Estianty Naik Jet Pribadi Keliling Indonesia, Ini Isi Jerohan Pesawatnya

 Hotman Paris Blak-blakan 10 Tahun Tidur Tak Seranjang dengan Istri, Mengapa Akhirnya Sadar?

Kemudian diduga sebagai pihak penerima, ada Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Waro Kustinah, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Anggiat, Meina, Nazar, dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait dengan proyek pembangunan SPAM Tahun Anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa.

http://cdn2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/konpers-ott-kementerian-pupr_20181230_201528.jpg

Petugas disaksikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kedua kiri) menunjukkan barang bukti terkait operasi tangkap tangan (OTT) Kementerian PUPR di gedung KPK, Jakarta, Minggu (30/12/2018). KPK menetapkan 8 tersangka dengan barang bukti Rp 3,3 miliar, SGD 23 ribu, dan USD 3 ribu terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum. 

Dua proyek Iainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.

Halaman
123
Editor: duanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved