Mantan Sopir Ratu Belanda yang Juga Pendiri Kopassus ini Sukses Bentuk Tentara Biasa Jadi Mengerikan

Mantan Sopir Ratu Belanda yang Juga Pendiri Kopassus ini Sukses Bentuk Tentara Biasa Jadi Mengerikan

Editor: Andreas Eko Prasetyo
TribunJabar
Idjon Djambi 

Bersama dengan pasukan sekutu, Visser merasakan operasi tempurnya yang pertama, yaitu Operasi Market Garden pada bulan September 1944.

Saat itu pasukan ini dimasukan dalam Divisi Lintas Udara 82 Amerika Serikat.

Idjon Djanbi komandan pertama Kopassus
Idjon Djanbi komandan pertama Kopassus 

Diterjunkan melalui pesawat layang Visser dan teman-teman Amerikanya mendarat di bagian dengan konsentrasi pasukan Jerman tinggi.

Dua bulan kemudian saat dikumpulkan kembali, Visser digabungkan dengan pasukan sekutu yang lain dan melakukan operasi pendaratan amphibi di Walcheren, sebuah kawasan pantai di Belanda bagian selatan.

Kariernya terus menapak sehingga ia diterjunkan ke Indonesia mengusir Jepang di Indonesia.

Baca Juga:

Terungkap Alasan Nikita Mirzani Lepas Hijabnya, Sosok ini Bela Nikita dari Komentar Kritis Netizen

Begini Reaksi dan Tanggapan Jokowi serta Prabowo Soal Tantangan Baca Alquran di Pilpres 2019

30 Ucapan Tahun Baru 2019 dengan Kata Mutiara yang Bisa Digunakan Untuk Status WhatsApp dan Facebook

Ternyata Visser menyukai Indonesia dan mendirikan sekolah pasukan terjun payung di Papua yang waktu itu disebut sebagai Dutch west Guinea oleh Belanda.

Sekolah ini menggunakan sebuah bangunan rumah sakit Amerika yang telah ditinggalkan oleh pasukan Douglas Mc Arthur.

Setelah memutuskan tinggal di Indonesia dan menikah dengan wanita Sunda, Visser berganti nama menjadi Mochammad Idjon Djanbi.

Ia menyambung hidup dengan bertani bunga di Lembang.

Pengalaman Idjon Djanbi sebagai anggota pasukan komando pada Perang Dunia II ternyata menarik perhatian Kolonel A.E.

Idjon Djanbi
Idjon Djanbi 

Kawilarang untuk membantu merintis pasukan komando.

Idjon Djanbi kemudian aktif di TNI dengan pangkat mayor.

Idjon segera melatih kader perwira dan bintara untuk menyusun pasukan.

Kemudian pada tanggal 16 April 1952 dibentuklah pasukan istimewa tadi dengan nama Kesatuan Komando Teritorium Tentara III/Siliwangi (Kesko TT. III/Siliwangi) dengan Mayor Infanteri Mochammad Idjon Djanbi sebagai komandannya.

Dalam perkembangannya, nama pasukan khusus TNI AD memang pernah berganti beberapa kali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved