Kasus Penerimaan CPNS, Kejari Muarojambi Resmi Tetapkan Muhammad Yusuf Jadi Tersangka

Kejaksaan Negeri (Kejari) Muarojambi melakukan ekspose terkait dengan penetapan tersangka atas nama Muhammad Yusuf.

Kasus Penerimaan CPNS, Kejari Muarojambi Resmi Tetapkan Muhammad Yusuf Jadi Tersangka
tribunjambi/syamsul
Kejari Muarojambi tetapkan Muhammad Yusuf, Pegawai BKD Muarojambi menjadi tersangka kasus penerimaan CPNS 2018. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI- Kejaksaan Negeri (Kejari) Muarojambi melakukan ekspose terkait dengan penetapan tersangka atas nama Muhammad Yusuf, Jumat sore (28/12).

Ekspose ini dipimpin langsung oleh Kajari Muarojambi, Sunanto yang didamping oleh Kasi Intel Kejari, Rudi Firmansyah dan Kasi Intel Kajari, Novan Harpanta.

Disampaikan oleh Sunanto, bahwa pada hari ini menetapkan Muhammad Yusuf sebagai tersangka. Sekaligus Kejari Muarojambi akan melakukan penahanan terhadap tersangka.

“Pada hari ini kita melakukan penahanan dan pada hari ini pula kita titip tersangka ke Polres Muarojambi,"  terangnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap tersangka sudah selesai dilakukan. Namun, dikatakan Sunanto bahwa tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan lainnya.

“Pemeriksaan sudah selesai walaupun kita masih melakukan pemeriksaan-pemeriksaan lain menggali atau mencari kelengkapan pendukung barang bukti,” terangnya.

Baca: Dalami Kasus OTT Terkait Penerimaan CPNS, Kepala BKD dan Sekretaris Diperiksa Kejari Muarojambi

Baca: Kader Hanura Jadi Tersangka Suap Ketok Palu Jambi, Yusuf Pilih Ikuti Proses Hukum

Baca: 3 Kader Partai Demokrat Jambi Tersangka Suap Ketok Palu,Burhanuddin Mahir: Kita Konsultasi ke DPP

Baca: Nama Chumaidi Zaidi Ditetapkan KPK Jadi Tersangka Ketok Palu APBD, Ini Tanggapan DPD PDIP Jambi

Adapun dilanjutkan oleh Sunanto untuk pasal yang disangkakan untuk tersangka yaitu Pasal 11 dan 12 Undang- Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Selain itu, untuk barang bukti yang diamankan yaitu sejumlah uang dan sertifikat tanah.

“Barang bukti yang diamankan adalah sejumlah uang Rp 19, 3 juta dan 1 handphone kemudian dua sertifikat. Awalnya tiga, tetapi satu sertifikat itu ternyata milik istrinya, tidak ada sangkut paut dengan kasus ini,” pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved