Tsunami Banten

The Guinness Book of Records Catat Sebagai Letusan Terhebat dalam Sejarah, Ini Ancaman Krakatau

Gelombang tsunami Selat Sunda hingga Senin (24/12) pagi telah menelan 281 korban meninggal dunia 1.016 orang luka-luka,

The Guinness Book of Records Catat Sebagai Letusan Terhebat dalam Sejarah, Ini Ancaman Krakatau
(FOTO ANTARA/Dok-PMBG/Asep Fathulrahman)
Gunung Anak Krakatau yang menyemburkan material vulkanik, di Selat Sunda.

Dilansir dari Harian Kompas yang terbit pada 27 Agustus 1982, awal dari bencana Gunung Krakatau diawali dari dentuman keras pada Mei 1883. Dentuman kerasnya terdengar selama beberapa jam di Batavia, Bogor, Purwakarta, Palembang, dan juga sampai di Singapura.

Dalam laporan buku kapal korvet Jerman "Elizabeth", terlihat asap setinggi 11 kilometer dan debu vulkanik yang larut dibawa angin sejauh 550 kilometer. Selain itu, ada juga insiyur penambang Belanda, Schuurman yang berhasil lolos dari dentuman pertama dari gunung di Selat Sunda.

Dalam laporannya, pepohonan hangus terbakar dan meranggas. Kapal-kapal pedagang dari Inggris dan Belanda yang melewati Selat Sunda itu juga terkena dampaknya. Sehingga, awak kapal harus menyelamatkan diri masing-masing.

 

Pasang Baliho Prabowo-Sandiaga di Depan Rumah, Foto Emak-emak di Semarang Ini Jadi Viral

 Harga Batu Bara Cenderung Menurun, Ini Saham yang Masih Bisa Anda Lirik

Puncak letusan Gunung Krakatau terjadi pada 27 Agustus 1883. Sebuah dentuman dahsyat menggelegar dari arah Selat Sunda, selat di antara Pulau Sumatra dan Jawa, disusul dengan semburan debu vulkanik setinggi 80 kilometer.

Dilansir Harian Kompas yang terbit pada 1992, pukul 10.20 pagi hari, Gunung Krakatau telah meletus. Letusan Krakatau terdengar ke timur sampai Australia Tengah, 3.300 kilometer dari titik ledakan, dan ke barat terdengar sampai Pulau Rodriguez, kepulauan di Samudera Hindia, 4.500 kilometer jauhnya dari Selat Sunda.

Konon, inilah suara paling keras yang pernah terjadi di dunia sampai saat ini. Suaranya dinilai setara dengan 21.548 kali letusan bom atom. Semburan materi Gunung Krakatau berjatuhan menutupi daerah seluas 800.000 kilometer persegi.

Selama tiga hari penuh Pulau Jawa dan Sumatera tertutup hujan abu. Baca juga: Pesona Gunung Krakatau Kalahkan Gunung-gunung Api Negara Lain Suasana gelap gulita berlangsung siang dan malam, dan walaupun dengan penerangan obor dan lampu, jarak pandang hanya mencapai beberapa meter.

Lokasinya yang di tengah lautan, letusan Krakatau membawa bencana tsunami dan air bah menerjang pantai-pantai Teluk Betung, Lampung, serta pesisir Jawa Barat, dari Merak sampai Ujungkulon. Air laut naik sampai 30 meter menerjang dan menghancurkan desa-desa pantai.

 

Hubungkan Jakarta-Surabaya, Jokowi: Tol Trans Jawa adalah Sejarah Baru Transportasi Indonesia

Isi Surat Wasiat Suzanna yang Selama 10 Tahun Ini jadi Rahasia

Sebuah kapal patroli "Berouw" terangkat dan ditemukan terbalik sekitar 2,5 kilometer masuk daratan. Di Ujungkulon, air bah masuk sampai sekitar 15 kilometer ke arah darat. Taksiran kerugian manusia akibat ulah Krakatau 36.000 orang meninggal dunia.

Selain itu, gelombang raksasa juga terasa sampai ke San Fransisco, Afrika Selatan dan Kepulauan Aleut di Alaska. Pesisir Jawa dan Sumatera didapati banyak batu setebal 3 meter dan mengganggu jalur pelayaran ketika itu.

Halaman
123
Editor: fifi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved