Timses Prabowo-Sandi Taggapi Strategi Menyerang Kubu Jokowi-Ma'ruf, Riza: Jangan Baper
Menurutnya, Indonesia adalah negara demokratis, wajar saja jika pihak oposisi memberikan kritik.
"Yang kita pertontonkan bagaimana politik yang membangun peradaban, yang mempersatukan, yang tidak berupa teror dan membangun kecemasan," pintanya.
"Saya berharap dengan kita membangun politik ini, kita bolehlah beda pasangan calon yang kita usung, tapi kita punya satu kepentingan."
"Yaitu membawa bangsa ini kedepan menjadi lebih baik lagi. Membawa bangsa ini bersaudara, walaupun dalam pelangi perbedaan," paparnya.
Baca: Angin Segar Bagi PNS, TNI, Polri Hingga Pensiunan, Kenaikan Gaji 2019, Segini Besarannya
Baca: Dirayu Masuk Parpol Lain Tapi Tegas Menolak, Djarot Ungkap Ahok Minta Posisi Ini di PDI P
Diketahui, strategi menyerang timses Jokowi-Ma'ruf santer dibicarakan pasca Ketua Timses Erick Thohir mengungkapkan kata-kata tersebut.
Dikutip dari Kompas.com, Erick mengatakan jika pihaknya yang tadinya defensif, akan lebih ofensif terhadap kubu lawan.
"Sekarang kami bersama-sama solid, yang tadinya defensif kami menganggap ini juga merupakan kampanye yang baik"
"Tapi, karena kemarin kami sudah diserang bahkan ada kampanye PKI segala, jadi mau tidak mau kami harus ofensif sekarang," ungkapnya.
Erick mengungkapkan jika timnya akan secara agresif bergerak menangkal kampanye hitam yang menjelekkan Jokowi-Ma'ruf.
"Kami bergerak, karena apa? Pak Jokowi, kan, sudah bilang, sabar, sabar, sabar. Nah sama, kami juga sama sabar. Tapi sekarang bergerak. Karena apa? Semua buktinya faktanya ada, jangan sampai nanti kami dianggap melakukan hal-hal yang enggak baik," lanjut Erick. (*)
Baca: Bocah Palestina Ingatkan Via Vallen pada Masa Kecil, Jalan Hendak ke Masjidil Aqsa
Baca: Anjing Nekat Pitbull Terkam Sekuriti, Lihat Majikan Berselisih dengan Penjaga Kompleks