Soal Reuni 212, Effendi Gazali Sampai 3 Hal di ILC, Irma Suryani 'Jangan Provokatif & Berat Sebelah
Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali memberikan pernyataannya terkait aksi 212 yang digelar di Monas 2 Desember 2018 lalu.
"Siapa sih sebetulnya yang bayar lembaga-lembaga survey itu, dan menyampaikan hasilnya dalam rangka apa, itu sangat penting" tanya Effendi.
Menurut pemahaman Effendi, selama ini lembaga yang melakukan survey menggunakan dana pribadi untuk mendapatkan hasil survey terkait elektabilitas kedua pasangan calon.
"Anda kalau mengekspos elektabilitas pasangan capres, selalu bilang dibayar dari dana sendiri, betul kan? Pertanyaan saya, sudah berapa kali anda mengeluarkan dan dibayar dari dana sendiri? Dengan jumlah berapa?," jelas Effendi.
Selanjutnya, Effendi juga mengungkapkan jika ada semacam kekhawatiran terkait elektabilitas sehingga terdapat media yang mencoba untuk menyembunyikan acara 212, dan tidak mempublikasikannya.
"Coba tanyakan, apakah ada acara sebesar ini barangkali yang etrbesar di dunia, ada nggak yang mengajarkan jika media boleh blok dan menutup hak infomasi publik dan seakan akan itu tidak terjadi," terang Effendi disambut tepuk tangan penonton.
Baca: Kisah Mandor Jembatan Ndunga Pura-pura Mati Saat KKB Papua Tembaki Sandera, Lari Pontang-panting
Baca: Mata Najwa Edisi Rabu (5/12) Angkat Tema Barisan Para Mantan, Deretan Politisi Pindah Gerbong
Yang terakhir, Effendi menyampaikan jika aksi tersebut berakhir apda pengukuran elektabilitas dari kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Lalu ia menanyakan apa dampak dari naik atau turunnya elektabilitas tersebut pasca aksi 212 yang digelar.
"Nah, setiap pertanyaan elektabilitas pasti muncul di belakangnya kalau dia naik mengapa, kalau dia turun mengapa ? itu jauh lebih penting," jelas Effendi.
Effendi lantas menjelaskan jika Reuni 212 tahun ini menarik, tapi tidak dijelaskan secara jelas maksud tujuan massa datang sebenarnya untuk apa.
Effendi membandingkan dengan tujuan aksi yang pertama digelar pada 2016, yang mana para peserta melakukan aksi karena ada penistaan agama.
"Namun saya tidak melihat pintu masuk yang luar biasa, mengapa orang datang pada aksi kemarin, semua jawaban yang diberikan mengatakan jika islam itu indah islam itu damai" terangnya.
Effendi lantas mengungkapkan satu hal penting yakni ketidakadilan.
"Saya menemukan kata ketidakadilan, jadi itu diungkapkan, tapi ketidakadilan seperti apa, itu harus diliat dari beberapa sisi" terangnya.
Sekilas Tentang Reuni 212 di Monas