Video:Heboh Pernikahan Beda Usia, Bermula dari Pijat, Akhirnya Nenek Fatimah dan Eko Menikah

"Mau gimana lagi, namanya dia ngajak kayak gitu ya, dia lajang, saya janda mungkin sudah takdir kita," kata Siti.

TRIBUNJAMBI.COM - Pernikahan beda usia 31 tahun Siti Fatimah dan Eko Pan Budi di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung viral di media sosial.

Fatimah dan Eko Pan Budi yang menetap di Desa Kelabat Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat itu mengungkapkan kisah cinta mereka.

Pemilik akun Facebook Dika Andesca Sumselbabel pada tanggal 15 November 2018 lalu, Siti Fatimah dan Eko Pan Budi begitu bahagia saat di kursi pelaminan.

Pemilik akun melengkapi unggahannya dengan keterangan:

"Pernikahan beda usia..resepsi pernikahan dilangsungkan di alamat.. Dusun jampan. Desa kelabat. Kec parit tiga. kab bangka barat."

Video tersebut sudah dibagikan lebih dari 1.519 kali.

Tak hanya itu, video itu sudah tembus 102 ribu kali tayang.

Video itu kemudian diviralkan kembali oleh akun instagram Kelakarbangka.

Wartawan bangkapos.com menelusuri ke Desa Kelabat, tempat keduanya berada.

Awalnya bangkapos.com bertemu Katijan, yang merupakan tetangga Siti dan Eko.

Dari keterangan Katijan, Siti bekerja jadi tukang pijat sedangkan suaminya pegawai koperasi keliling.

"Setahu saya itu pekerjaannya, kalau is perempuan memang saya tahu benar karena dia tetangga saya dan sering berbelanja ke rumah saya," sebut Katijan (52) tetangga yang berada di depan rumah Siti.

Katijan menerangkan, pasangan ini pernah mendatangi rumahnya, yang dibicarakan waktu itu si prianya mengatakan ingin melamar Siti.

"Saya bersukur, daripada terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan," ucapnya.

Eko Melamar

Bangka Pos berhasil menemuai sepasang suami istri tersebut.

Siti Fatimah (56), menceritakan tentang awal mula Eko Pan Budi (25) memintanya untuk menjadi pendamping hidupnya.

Pendatang asal Jogjakarta yang 2011 lalu ke Pulau Bangka ini mengatakan, tidak bisa menolak saat Eko memintanya menjadi istrinya.

"Mau gimana lagi, namanya dia ngajak kayak gitu ya, status kita sebagai orang bebas, dia lajang, saya janda mungkin sudah takdir kita, terima dengan tangan terbuka," ungkap Siti Fatimah, Kamis (29/11/2018).

Di matanya, Eko orangnya tidak banyak tingkah dan keinginan.

Makanya ketika dia mengutarakan ingin melamar langsung diterima.

"Banyak orang yang saya urut dan temui, tapi kenapa dia, orang-orang semua juga heran, saya terima saja," ungkapnya.

Dia mengaku profesinya sebagai tukang urut dan pelatih kuda lumping tidak menghalanginya setelah menikah, suaminya pun mendukungnya.

"Sekarang saya dianter suami ketika bekerja, karena dia sekarang belum bekerja lagi setelah mengundurkan diri kemarin," ungkap wanita yang memiliki satu anak pada pernikahan sebelumnya ini.

Perkenalan Eko dan Siti

Eko Pan Budi (25), blak-blakan tentang pernikahannya dengan Siti Fatimah (56) yang beda jauh usianya dari dirinya.

Diceritakan Eko, awal mula pertemuannya dengan istrinya sekarang berawal dari pekerjaannya sebagai tukang pinjam uang keliling atau lebih dikenal dengan pegawai koperasi.

Yaitu setahun lebih silam, istrinya merupakan langganan meminjamkan uang kepadanya, setelah itu hubungannya semakin dekat, kadang merekapun berhubungan melalui telepon seluler saat jauh.

"Istri saya yang sekarang merupakan nasabah saya, saya itu pekerjaannya pegawai koperasi keliling, jadi kami sering ketemu, kadang saya juga minta diurut sama dia karena profesinya tukang urut," jelas Eko kepada Bangkapos.com, Kamis (29/11/2018).

Eko melanjutkan, hubungannya dengan istrinya sempat terhalang oleh jarak, karena dirinya dipindahkan ke Pulau Belitung alasan pekerjaan.

Karena tidak betah di sana, diapun akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaannya, dan menemui Siti Fatimah yang saat itu dikenalnya.

"Kami komunikasi lewat handphone pas saya kerja di Belitung dulu, seminggu kadang dua kali bahkan lebih," sebutnya.

Dirinyapun sempat numpang tinggal di rumah Siti Fatimah 10 hari setelah pulang dari Belitung. Karena tidak memiliki tempat tinggal.

"Pada saat tinggal di rumah Siti Fatimah 10 hari itulah saya ngomong baik-baik ke dia, ingin mengajaknya menjadi istri saya, diapun mengiyakannya," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Kisah Pernikahan Nek Siti Fatimah dan Eko, Sering Minta Urut dan Telpon Lalu Berlanjut ke Pelaminan.

Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved