Breaking News:

Anak Jadi Bupati, Nenek Tua Margaretha Masih Jualan di Pasar, Sedih Dengar Apa Katanya ke Sang Anak

Di hadapannya, sudah terbentang karung putih dan dua bakul berukuran sedang yang berisi buah asam kering.

Editor: Nani Rachmaini
(Kompas. com/Sigiranus Marutho Bere)/kolase kompas.com
Bupati TTU Raymundus Sau Fernandez saat mengenakan pakaian adat diterima oleh Sekretaris DPD Partai Hanura NTT Stanislaus Ngawang(Kompas. com/Sigiranus Marutho Bere) | Foto kiri sang ibu saat jualan di pasar 

Menjual asam dilakukan bersama suami secara rutin setiap tahun.

Selain menjual asam, Margaretha yang tinggal bersama seorang anak perempuan dan menantunya juga menjual sayur-sayuran di pasar dan mengelola sawah milik mereka.

Baca juga:

Kecanduan Main Ponsel, Mata Bocah Perempuan Ini Alami Kondisi Mengerikan

Manfaatkan Kontainer Bekas Jadi Ruangan, di Thailand Jadi Ruang Kelas

Pria Ini Selalu Laporkan Kehilangan iPhone Sejak 2013, Polisi Temukan Kejanggalan di Rumahnya

Tak mau jadi beban Meski sudah berulang kali dilarang oleh Raymundus untuk berjualan asam dan sayur di pasar, Margaretha tetap kukuh menjalankan rutinitasnya itu.

Padahal, Raymundus telah sukses dalam meniti karier politiknya di Kabupaten TTU.

Sebelum menjabat sebagai Bupati TTU dua periode (2010-2020), Raymundus pernah menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD TTU di usia 25 tahun dan Wakil Bupati TTU.

BACA CARA NENEK MARGARETHA MENDIDIK ANAK. KLIK DI BAWAH INI

Selain sebagai Bupati TTU, Raymundus kini dipercaya menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Provinsi NTT.

Dengan segudang prestasi politik dan jabatan yang dimiliki putra sulungnya itu, tentu Margaretha bisa saja dengan mudah mendapatkan fasilitas mewah.

Namun bagi Margaretha, dia tidak ingin membebani putranya.

Sejumlah bantuan dan fasilitas yang diberikan oleh putranya ditolak oleh Margaretha dan suami.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved