Wanita Cantik Ini Berubah Menjadi Bos Bajak Laut Terkejam, Ini Kisahnya

TRIBUNJAMBI.COM - Kapten Henry Morgan, Edward Teach alias Blackbeard, John Rackham (lebih dikenal sebagai

TRIBUNJAMBI.COM - Kapten Henry Morgan, Edward Teach alias Blackbeard, John Rackham (lebih dikenal sebagai Calico Jack), dan Francois L'Ollonais, mungkin bajak laut paling kejam yang pernah berlayar dan mengganggu perairan Karibia.

Berlayar di bawah bendera hitam untuk mengunjungi sebanyak mungkin tanah yang mereka sukai, dan tentu saja itu untuk menyerbu, menjarah, merudapaksa, dan mendatangkan malapetaka di sepanjang perjalanan.

Namun, di antara semua bajak laut pria, ada seorang bajak laut wanita yang bukan mengibarkan bendera hitam tetapi malah mengibarkan bendera merah.

Dia adalah seorang pelacur Kanton dari dalam kapal bordil yang menginjakkan kakinya di dek dan ternyata menjadi kapten bajak laut terbesar dan mungkin bajak laut paling kejam dari semua bajak laut yang pernah ada.

Madame Ching, namanya sangat terkenal dan juga merupakan teror yang nyata di China Selatan.

Berlayar dengan Armada Bendera Merah yang terkenal, kisahnya sempat dihidupkan kembali di film Pirates of the Caribbean yang terkenal sebagai Nyonya Ching, salah satu dari sembilan penguasa laut yang kuat untuk memerintah "Seven Seas".

Lahir pada tahun 1775, di Guangzhou (Kanton), seolah-olah dia tidak pernah disebutkan dalam sejarah sebelum dia ditangkap oleh bajak laut dan dijual ke kapal bordil di kampung halamannya pada usia 15 tahun.

Dulu ia dikenal dengan nama Shin. Ia menggunakan pekerjaan dan keahliannya untuk mendapatkan potongan informasi berharga dari pelanggannya, beberapa di antaranya adalah informasi dari elit China Selatan yang rahasianya tergelincir selama "pembicaraan bantal".

Rahasia kecil yang berharga ini membuat dia naik pangkat di dalam kapal bordil dan mengatur operasi penyelundupan seorang sendiri.

Pada 1801, ia menangkap salah satu bajak laut paling menakutkan, Cheng I, komandan besar Armada Bendera Merah.

Halaman
1234
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved