Lakalantas

Dahului Truk, Serempet Motor Hingga Menabrak Pohon,  Satu Penumpang Meninggal Dunia

Akibat mendahului laju truk, mobil yang dikendarai Edi Chandra menyerempet sekelompok anak muda yang mengendarai sepeda motor.

Dahului Truk, Serempet Motor Hingga Menabrak Pohon,  Satu Penumpang Meninggal Dunia
TRIBUN JAMBI/MAREZA SUTAN AJ
Para saksi bersumpah sebelum memberikan keterangan dalam sidang dugaan tabrak lari di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis (22/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Akibat mendahului laju truk, mobil yang dikendarai Edi Chandra menyerempet sekelompok anak muda yang mengendarai sepeda motor. Akibatnya, satu di antara mereka terjatuh, sementara yang lain mengejar Edi.

Bukannya berhenti, Edi malah terus memacu mobilnya hingga akhirnya menabrak sebuah pohon. Akibatnya, seorang penumpang yang dibawanya meninggal dunia.

Baca: Lakalantas di Jalan Lintas Desa Siau Dalam, Satu Laki-kaki Paru Baya Meninggal Dunia

Untuk mengungkap fakta di persidangan, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Jambi, Rama Triranty menghadirkan lima orang saksi, Kamis (22/11/2018). Di antaranya, Edo Putra, Agus Erlando, dan Ragil Megi selaku pengendara motor. Selain itu, jaksa juga menghadirkan pemilik mobil, Sariah, dan anak korban, Nurmaila.

Dalam keterangannya, Edo mengaku sedang beriringan dengan teman-temannya pada Minggu (2/9/2018) dinihari.

"Waktu itu jam 1.40 WIB. Kami beriringlah, dekat Simpang Mayang Ujung. Mobil itu ambil jalan kami, saya terserempet. Sudah itu, dia lari, kabur," katanya.

Baca: Lakalantas di Jalan Lintas Sarolangun-Tembesi Libatkan 3 Kendaraan, 10 Korban Alami Luka

Melihat temannya terserempet, Agus dan Ragil tak tinggal diam. Mereka langsung mengejar mobil yang dikendarai Edi. Tak jauh dari Polsek Kota Baru, Edi menabrak sepeda motor yang dikendarai Agus, dan masih berusaha melarikan diri.

"Waktu itu, saya jatuh. Ragil yang kejar. Ada kawan kami, Steven melapor ke Polsek," Agus menerangkan.

Setibanya di depan Pesantren Al Hidayah, Kota Baru, giliran motor Ragil yang terserempet. Tapi kali ini, Edi kehilangan keseimbangan dan menabrak pohon.

Baca: Lakalantas di Jalan Ness - Kronologis Kecelakaan; Pengendara Beat Melebar Sehingga Menabrak. . .

Sariah, pemilik mobil menjelaskan, dia baru tahu kabar itu keesokan harinya.

"Keponakan saya kasih tahu. Mobil saya sudah hancur. Dia rental mobil saya. Janjinya sehari, tapi sudah empat hari itu baru ketemu," katanya.

Atas kerusakan itu, Edi tidak memberikan ganti rugi. Sementara itu, Nurmaila selaku anak korban mengaku telah menerima uang santunan Rp 2 juta.

Baca: Lakalantas di Jalan Ness - Pengendara Beat Sempat Terpental Sebelum Akhirnya Tewas di Tempat

Pertama, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 310 ayat (4) Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Kedua, Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 310 ayat (2) Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan.

Dalam sidang yang akan datang, ketua majelis hakim, Yandri Roni akan mempersilakan jaksa untuk menyampaikan tuntutan.

Baca: Lakalantas Maut di Rantau Api Tebo - Kades: Guru TK Lecet, Sopir Truk Kritis Dilarikan ke Kota Jambi

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved