Gadis Ayu 16 Tahun Dilelang di Facebook, Ternyata Peserta Lelang Pejabat Tinggi Pemerintah

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang anak perempuan berusia 16 tahun di Sudan Selatan dilelang di Facebook untuk dinikahkan

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang anak perempuan berusia 16 tahun di Sudan Selatan dilelang di Facebook untuk dinikahkan. Plan Internasional, organisasi nirlaba yang fokus dalam memperjuangkan hak anak mengatakan lelang itu mengingatkan pada pasar budak.

"Ayah gadis itu dikabarkan mendapatkan 500 ekor sapi, tiga mobil, dan uang 10.000 dolar AS untuk anaknya," demikian pernyataan Plan Internasional.

"Pemenang lelang ini menikahi gadis itu pada 3 November lalu di wilayah timur Sudan," tambah organisasi itu. Sebanyak lima orang ikut dalam lelang itu dan beberapa di antara mereka adalah pejabat tinggi pemerintah.

"Ini cara barbar dalam penggunaan teknologi," kata George Otim, direktur Plan Internasional. " Gadis itu dijual untuk dinikahkan lewat salah satu situs jaringan sosial terbesar di dunia dan ini tak bisa dipercaya," ujar Otim.

Sementara itu, juru bicara Facebook mengatakan, perusahaan itu memiliki kebijakan yang amat ketat terkait perdagangan manusia. "Kami sudah menghapus unggahan itu dan secara permanen menonaktifkan akun milik orang yang mengunggahnya," kata seorang juru bicara Facebook kepada Newsweek.

"Kami terus mengembangkan metode untuk mengidentifikasi konten yang melanggar kebijakan kami," tambah dia. Meski demikian, tak ayal insiden ini memicu kritik terhadap Facebook karena dianggap gagal menangani penyalahgunaan jejaring sosial ini.

Di Sri Lanka misalnya, kelompok oposisi menuding penguasa menggunakan data Facebook untuk mengincar lawan politik. Facebook juga dikritik karena dinilai gagal untuk menghentikan penggunaan Facebook di Myanmar untuk menyebarkan ujaran kebencian. Para analis PBB mengatakan, Facebook kerap digunakan untuk menyebar ujaran kebencian dan memicu kekerasan terhadap etnis minoritas Rohingya.

Editor: ridwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved