'Sindiran' dalam Ramalan Sudjiwo Tedjo, Isinya Ditujukan untuk Jokowi dan Prabowo
Siapa pemenang Pilpres 2019? Ramalan Sudjiwo Tedjo tentang itu menjadi pembicaraan hangat.
"Sekarang saya tidak berani mengkritik Jokowi, gara-gara raju Juli Antoni dan cebong-cebong ini," ujar Sudjiwo.
Setelah itu, Presiden Janckuers itu menceritakan bahwa dulu dirinya berani mengkritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
"Dulu saya itu berani kritik pak SBY, saat pak SBY meminta untuk menghemat energi, saya mencuit meminta netizen untuk mematikan TV saat SBY berpidato, aku sudah berani banyak salah tafsir menilai Pak SBY sebagai presiden, atau karena aku sudah tua, atau karena cebong-cebong ini lho," ujar Sujdiwo sambil menunjuk Raja Juli Antoni.
Mendengar pernyataan Sudjiwo Tedjo, Rocky Gerung dan seluruh hadirin yang ada di studio ILC tertawa terbahak-bahak.
Di akhir perkataannya, Sudjiwo menilai bahwa ucapan Prabowo dan Jokowi merupakan sebuah hal yang biasa.
"Saya itu kalau ngomong jancuk nggak ada yang tersinggung, apa saya harus nyapres dulu," ujar Sudjiwo.
Lantas Karni Ilyas menimpali bahwa wajah Sudjiwo sudah terlihat jancuk.
"Karena dilihat dari wajahnya sudah jancuk," ujar Karni yang disambut tawa hadirin.
Setelah itu, Sudjiwo berpesan agar di dalam politik saling menguatkan.
"Ada sebuah video yang viral, ada pelari yang kakinya terkilir kemudian lawannya justru ditolong, bisakah Pak Prabowo dan Pak Jokowi begini, kalau pak Jokowi ingin meraih kemenangan terhormat, Pak Prabowo jangan dilemahkan , justru dikuatkan sehingga menangnya itu dengan terhormat," ujar Sudjiwo Tedjo.
Sebelumnya, Sudjiwo Tedjo juga menuliskan cuitan politik.
Mulanya, Sujdiwo Tedjo mengomentari terkait isu matinya mesin politik di kubu calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Dilansir TribunJateng.com, melalui akun Twitter @sudjiwotedjo, pada Kamis (1/11/18).
Mulanya, Sudjiwo Tedjo mentautkan sebuah video pelari marathon yang saling membantu hingga garis finish.
Lantas, Sudjiwo Tedjo menyebut bahwa dirinya bukan pendukung Prabowo.