Pemkab Kerinci Minta Warga yang Memiliki Benda Bersejarah Dititipkan ke Museum
Pembangunan Museum Kerinci yang berlokasi di Kawasan Objek wisata Danau Kerinci telah selesai dilakukan pada 2017 lalu.
Penulis: Herupitra | Editor: Nani Rachmaini
*Pekan Depan Museum Kerinci Akan Diresmikan
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Pembangunan Museum Kerinci yang berlokasi di Kawasan Objek wisata Danau Kerinci telah selesai dilakukan pada 2017 lalu.
Namun hingga saat ini belum juga diresmikan dan digunakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci.
Informasi yang didapatkan, peresmian museum akan dilakukan pada pekan depan. Setelah diresmikan, museum Kerinci tersebut sudah bisa dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Kerinci dan pengunjung dari luar Kabupaten Kerinci.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Kerinci, Ardinal dikonfirmasi mengakui, bahwa direncanakan pekan depan museum akan diresmikan.
“Menurut jadwal, peresmian akan dilakukan pada 8 November 2018 ini,” ujar Ardinal.
Peresmian Museum Kerinci yang akan menjadi ikon Kabupaten Kerinci tersebut, akan diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, bersama Gubernur Jambi dan Bupati Kerinci.
“Undangan sudah diedar, kita mengundang dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Gubernur Jambi, Kadis Budpar se-Provinsi Jambi, Kepala Museum se-Provinsi Jambi," bebernya.
Dikatakan Ardinal, pihaknya telah melengkapi fasilitas di dalam museum seperti tempat memajang benda-benda bersejarah yang dimiliki oleh Kabupaten Kerinci.
“Tinggal menempatkan koleksi benda-benda bersejarah. Untuk itu diimbau kepada masyarakat yang mempunyai benda bersejarah agar dititipkan di museum,” ucapnya.
Sementara itu Bupati Kerinci, H Adirozal mengatakan, setelah selesainya pembangunan museum Kerinci, akan bermanfaat bagi masyarakat. Museum tersebut juga bisa sebagai edukasi bagi masyarakat yang mengunjungi nantinya.
Sebab Kabupaten Kerinci miliki cukup banyak benda bersejarah yang bisa dikenal. Seperti tulisan Incung, Al-quran yang ditulis tangan dan benda-benda yang bersejarah lainnya.
“Untuk benda nantinya dikumpulkan Dinas Pariwisata, kalau tidak bisa ditempatkan yang aslinya. Maka akan ditempatkan replikanya, misalnya ada barang bersejarah yang berada di museum di Kota Jambi tidak bisa dipindahkan, kita tempatkan replikanya,” jelasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/seorang-anak-sekola_20180511_174920.jpg)