Selasa, 21 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Tata Cara Berdoa: Mengangkat Tangan Ketika Berdoa Bagaimana Hukumnya?

TANYA: Adakah dalil mengangkat tangan ketika berdoa? Jawaban Ustaz Abdul Somad:

Penulis: Nani Rachmaini | Editor: Nani Rachmaini
net
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - TANYA: Adakah dalil mengangkat tangan ketika berdoa?

Jawaban Ustaz Abdul Somad:

Imam al-Bukhari menulis satu Bab dalam Shahih al-Bukhari:

ِBab: Mengangkat Tangan Ketika Berdoa.
Imam an-Nawawi berkata dalam Syarh Shahih Muslim:

Berdasarkan hadits shahih disebutkan bahwa Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya ketika

berdoa di berbagai kesempatan, bukan pada saat shalat Istisqa’ saja, terlalu banyak untuk dihitung, saya (Imam an-Nawawi) telah mengumpulkan lebih kurang 30 hadits dari Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim atau salah satu dari keduanya, saya sebutkan di akhir Bab Shifat Shalat dalam kitab Syarh al-Muhadzdzab66

Diantara hadits yang menyebutkan mengangkat tangan ketika berdoa adalah:
إف ربكم ستح من عبده إذا رفع د و إليو أف دُها صف ا

“Sesungguhnya Tuhan kamu Maha Hidup dan Maha Mulia, Ia malu kepada hamba-Nya apabila hamba
itu mengangkat kedua tangan kepada-Nya, lalu Ia menolaknya dalam keadaan kosong”. (HR. Abu Daud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dari Salman al-Farisi).

Ada sekelompok orang melarang berdoa mengangkat tangan, berdalil dengan hadits Anas:
اف النِب صلى اهلل عليو وسلم ال فع د و يف شيء من دعائو إال االستس اء ف و اف فع د و َّت ى بياض إبطيو
“Rasulullah Saw tidak mengangkat kedua tangannya dalam doanya kecuali pada doa shalat Istisqa’,
Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putih kedua ketiaknya”. (HR. al-Bukhari
dan Muslim).

Akan tetapi pendapat ini ditolak dengan beberapa argumentasi:
Pertama, Anas bin Malik tidak melihat, bukan berarti shahabat lain tidak melihat, terbukti banyak hadits lain yang menyatakan Rasulullah Saw berdoa mengangkat tangan.

Diantaranya : “Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya, (seraya berkata): “Ya Allah, aku
berlepas diri kepada-Mu atas apa yang dilakukan Khalid”. (HR. al-Bukhari).

Hadits lain:

Umar bin al-Khattab berkata: “Pada saat perang Badar, Rasulullah Saw melihat kepada kaum musyrikin, jumlah mereka 1000 orang, sedangkan shahabat Rasulullah Saw 319 orang, maka Rasulullah Saw menghadap kiblat, kemudian menengadahkan kedua tangannya, ia berdoa kepada Tuhannya: “Ya Allah, tunaikanlah untukku apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, berikanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika pasukan kaum muslimin ini binasa, Engkau tidak akan disembah di atas bumi”. Rasulullah Saw terus berdoa kepada Tuhannya dengan menengadahkan kedua tangannya menghadap kiblat hingga selendangnya jatuh dari atas kedua bahunya. Maka Abu Bakar datang mengambil selendang itu dan meletakkannya di atas bahu Rasulullah Saw, ia mengikuti Rasulullah Saw dari belakang seraya berkata: “Wahai nabi utusan Allah, demikian munajatmu kepada Tuhanmu, sesungguhnya Ia akan menunaikan untukmu apa yang telah Ia janjikan”. Maka Allah menurunkan ayat: “(ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut”. (Qs. al-Anfal *8+: 9). Maka Allah Swt menurunkan para malaikatnya”. (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Kedua, jika ada dua hadits yang kontradiktif, maka kaedah yang dipakai adalah:

واظتثبت م دـ على النا
Yang menetapkan lebih diutamakan daripada yang menafikan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved