Penerjunan Demi Bantu Perjuangan Rakyat di Kotawaringin, Jadi Asal Mula Terbentuknya Paskhas TNI AU

TNI Angkatan Udara memiliki pasukan khusus yang disebut Pasukan Khas atau Paskhas. Pasukan ini dikenal dengan baret jingganya.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
TRIBUNNEWS
Paskhas TNI AU 

Maka pada 17 Oktober 1947, 13 orang dipersiapkan untuk terjun di Kotawaringin. Mereka semuanya belum pernah mendapat pendidikan secara sempurna tentang terjun payung, kecuali teori dan latihan darat.

Penerjunan dilakukan dengan pesawat Dakota RI-002, pesawat sewaan milik Robert Earl Freeberg.

Freeberg merupakan seorang pilot berkebangsaan AS yang dikenal dengan julukan One Man Air Force.

Dakota RI-002 lepas landas pada pukul 03.40 dan berhasil menerjunkan ke-13 orang tersebut di atas Kotawaringin.

Baca: 7 Pasukan Komando Terbaik Dunia dengan Serangan Mematikannya, Kopassus Juga Termasuk

Baca: Siapa Sangka, Sosok Pendiri Pasukan Khusus Indonesia ini Pernah Jadi Pemberontak Negara

Tepat pukul 07.00 wib pesawat Dakota yang membawa 13 prajurit AURI berada di atas sasaran dan melakukan penerjunan di daerah Sambi, Kotawaringin, Kalimantan Tengah.

Mereka mempunyai tugas membentuk dan menyusun gerilyawan, membantu perjuangan rakyat di Kalimantan, membuka stasiun radio induk untuk menghubungkan Yogyakarta- Kalimantan, dan mengusahakan serta menyempurnakan dropping zone untuk penerjunan selanjutnya.

Operasi Kotawaringin ini menjadi catatan sejarah sebagai operasi pertama pasukan payung di Indonesia.

Dalam tahap awal perkembangannya, pasukan ini lebih mendekati bentuk satuan (batalyon) infantri lintas udara pada umumnya.

Kemudian seiring dengan reorganisasi mutakhir TNI/ABRI tahun 1984- 1985, organisasi korps pasukan TNI AU dimantapkan dalam bentuk organisasi dan formatnya kini, dengan nama Paskhas TNI AU.

Tanggal penerjunan ini dijadikan sebagai hari jadi Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) yang nantinya berubah menjadi Paskhas TNI AU.

Keputusan ini dibuat berdasarkan Keputusan Men/Pangau Nomor 54 Tahun 1967 tanggal 12 Oktober 1967.

Baca: Meremehkan Marinir TNI AL, Inggris Harus Rela Kehilangan Para Perwiranya Karena Serangan Kejutan ini

Baca: Polisi Tetapkan Ahmad Dhani Sebagai Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik, Pelapornya Ini

Tugas Paskhas hampir sama dengan Raider, sebagai pasukan infantri lintas udara yang mempertahankan dan mengamankan alat utama dan sistem persenjataan TNI-AU.

Paskhas juga mempunyai tugas dalam operasi pembentukan dan pengendalian pangkalan udara depan.

Paskhas mendirikan dan memasang fasilitas penerbangan, serta menghidupkan fasilitas yang di daerah pertempuran.

Mereka juga mampu mempertahankan pangkalan depan yang digunakan sebagai tumpuan udara.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved