Kisah Indonesia Keluar Dari IMF, Soekarno Gagah Berani Berpidato 'Go To Hell With Your Aid'
Presiden Soekarno bahkan terang-terangan berpidato tak membutuhkan bantuan dari organisasi IMF."Go to hell with your aid"
TRIBUNJAMBI.COM - Indonesia menjadi satu diantara negara yang menjadi anggota IMF (International Monetary Fund).
Saat ini di Bali, IMF - World Bank juga tengah menggelar annual meeting 2018.
Tahukah Anda saat zaman Presiden Soekarno, Indonesia pernah keluar dari organisasi IMF.
Presiden Soekarno bahkan terang-terangan berpidato tak membutuhkan bantuan dari IMF.
Namun Indonesia kembali menjadi anggota IMF di masa Orde Baru Presiden Soeharto.
IMF (International Monetary Fund) atau Dana Moneter Internasional didesain sebagai suatu bank sentral internasional.
Dibentuk pada 1944 dan kemudian diresmikan tahun 1945, IMF dapat memberikan bantuan kepada negara yang membutuhkan bantuan ekonomi.
Tak terkecuali bagi Indonesia.
Keanggotaan Indonesia di IMF sendiri didapatkan secara tidak langsung, meski nantinya tak menghindari momen Indonesia keluar dari IMF.
Baca: Nasib Jenderal yang Pernah Nyalip Soeharto, Hidup di Penjara Puluhan Tahun
Hal itu dikarenakan Indonesia bergabung dalam Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 28 September 1950.
Saat itu, aturan main menyatakan bahwa negara yang menjadi anggota PBB akan secara otomatis menjadi anggota di IMF dan Bank Dunia.
Sementara keanggotaan Indonesia di PBB sendiri adalah hasil dari Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949-1950.
Sebuah pengakuan kemerdekaan Indonesia pertama kalinya oleh pemerintah kolonial Belanda.
Pengakuan kemerdekaan ini didapat setelah pemerintah Indonesia mau menanggung beban utang.
Kemudian sejak 1950, Indonesia seketika memiliki utang utang luar negeri warisan Hindia Belanda senilai 4 miliar dollar AS dan utang luar negeri baru senilai 3,8 miliar dollar AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/soekarno_20181010_163947.jpg)