Minggu, 26 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Cerita Rani Anjelita, 5 Jam dalam Kostum Seberat 20 Kilogram

Baju gentala Arsy yang dipakai oleh Rani Anjelita membuat semua penonton karnaval siang itu terpukau.

Penulis: Rohmayana | Editor: Teguh Suprayitno
Tribun Jambi/Rohmayana
Peserta festival karnaval Angso Duo menampilkan kostum yang tak biasa, Sabtu (6/10). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kostum gentala Arsy yang dipakai oleh Rani Anjelita membuat semua penonton karnaval siang itu terpukau. Baju itu didesain sedemikian rupa sehingga ia terlihat tidak menapakkan kaki Ke tanah. Rani seperti terbang.

Banyak peserta Carnaval Angso Duo mengenakan pakaian mirip angsa atau angso, dengan berbagai rupa.

Meski demikian, Rani Anjelita tetap terlihat berbeda. Dirinya seolah tidak berjalan diatas tanah. Melainkan bak seorang putri ayu yang sedang terbang diatas gentala Arsy yang didampingi oleh dua angso.

Baju yang dipakai oleh Rani memang buat seperti dirinya sedang terbang. Namun dari belakang tampak beberapa orang yang mendorong dirinya dari belakang.

Rani bercerita bahwa ia mulai bangun dari pukul 02.30 Pagi. Wajahnya dirias oleh MUA hingga pukul 05.00. Baru kemudian ia berangkat menuju Tugu Juang, tempat dimana acara karnaval akan dimulai.

"Kalau di rumah cuma make up saja, di Tugu Juang baru memakai baju gentala Arsy ini," katanya.

Bahkan selama berjalan dari  Tugu Juang menuju rumah dinas Wali Kota Jambi Rani tidak merasa kesulitan sedikitpun. Bahkan baju yang diperkirakan beratnya 20 kilogram tidak dirasakan olehnya. Karena ia merasa bangga bisa tampil dengan gaun yang bernilai seni tinggi itu.

"Beratnya nggk terasa lagi, soalnya bangga bisa tampil memukau di hadapan ribuan masyarakat Jambi," katanya.

Konsep baju ini dibuat oleh Hanik Kurniati ketua DPD Katalia Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi dan Modern Indonesia. Meskipun baru pertama kali mengikuti Karnaval di Jambi, ia sudah berhasil membuat masyarakat Jambi terpukau dengan pesona gaun yang dibuatnya.

Anik nama sapaannya bercerita jika proses pembuatan gaun Gentala Arsy ini sekitar 15 hari. Namun dikerjakan dengan proses lembur dan jumlah pembuat baju sekitar delapan orang.

Katanya konsep pembuatan baju ini dibuat seperti putri Ayu yang sedang terbang di atas gentala Arsy dan didampingi oleh dua Angso duo.

"Jadi kita tidak untuk gaun untuk ratu putri Ayu nya saja, tapi juga untuk samping putri ayu itu dua angso," ujarnya.

Proses pembuatan gaun itu dimulai dengan menggunting bahan yang terbuat dari form karet yang dicat dengan warna keemasan. Setalah dicat, bahan tersebut ditempel dengan manik-manik dan permata, yang dicampur dengan bahan kain batik Jambi.

Setelah siap menjadi gaun untuk dipakai pada karnaval. Berat gaun tersebut diperkirakan sekitar 20 kilogram.

Bahkan biaya untuk membuat kostum Gentala Arasy ini cukup fantastis, mencapai Rp 20 Juta.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved