Minggu, 17 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Penyembur Api hingga Bom Kelelawar, Ini Deretan 'Instrumen Kematian' yang Dilarang dalam Perang

Salah satunya yakni bagaimana caranya bahwa perang harus sedapat mungkin 'manusiawi' sehingga senjata

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
ranker.com
Penyembur api 

TRIBUNJAMBI.COM - Ada beberapa cara dasar untuk melihat alasan pelarangan senjata dalam perang.

Salah satunya yakni bagaimana caranya bahwa perang harus sedapat mungkin 'manusiawi' sehingga senjata masih memungkinkan adanya penyelamatan atau pemulihan.

Baca: Kurs Rupiah Capai Rp 14.930/dollar AS, Apakah Indonesia Alami Krismon seperti Tahun 1998?

Tetapi tidak peduli dari sisi mana Anda melihat, perang modern memang memiliki aturannya.

Dilansir dari ranker.com, berikut 5 instrumen kematian yang tidak akan Anda lihat di medan perang saat ini dan tidak diizinkan dalam perang:

1. Gas mustard

Topeng pelindung gas
Topeng pelindung gas (ranker.com)

Nama mustard dari gas ini disebabkan karena warnanya yang kuning kecoklatan dan baunya menyerupai lobak.

Ketika terhirup, gas dapat menyebabkan paru-paru terisi dengan cairan, pada dasarnya menenggelamkan korban ke cairan mereka sendiri.

Gas mustard pernah dipakai pada Konvensi Jenewa 1928.

Jika tentara diserang gas mustard, tindakan pertamanya adalah kencing di sapu tangan dan harus bernapas melaluinya hingga gas hilang atau dapat melarikan diri.

Baca: Daftar CPNS 2018 Pakai HP untuk Buka sscn.bkn.go.id, BKN Mengimbau Pelamar

2. Penyembur api

Menurut Protokol III dari Konvensi tentang Senjata Konvensional Tertentu, penyembur api tidak secara eksplisit dilarang di medan perang, dengan syarat medan perang terletak jauh dari warga sipil.

Penyembur api
Penyembur api (ranker.com)

Sebagian besar, protokol ini mengacu pada alat pembakar di dalam dan di sekitar area sipil.

3. Laser meriam

Laser meriam
Laser meriam ( ranker.com)

Ya, laser meriam adalah benda nyata yang benar-benar ada.

Saat ini, Angkatan Udara AS menggunakan meriam laser yang sangat kuat dan dipasang ke pesawat terbang dan kapal perang.

Teknologi ini dapat menembak jatuh rudal pada jarak 401km jauhnya.

4. Peluru Beracun

Peluru Beracun
Peluru Beracun (ranker.com)

Perjanjian Strasbourg tahun 1675, secara eksplisit melarang penggunaan peluru beracun.

Baca: Karina Hidup Sendirian di Semak-semak, Operasi Penyelamatan Gajah Sumatera di Jambi Dimulai

Jika peluru tidak bertindak efektif, tentara sering merendam peluru dengan zat beracun terlebih dahulu.

5. Bom Kelelawar

Ilustrasi Bom Kelelawar
Ilustrasi Bom Kelelawar (ranker.com)

Dalam perang dunia kedua, orang Amerika bereksperimen dengan senjata rahasia yang dirancang untuk menghancurkan kota-kota Jepang.

Pada saat itu, sebagian besar kota di Jepang terbuat dari kayu dan kertas.

Idenya adalah untuk melepaskan bom yang berisi kelelawar tidur (diambil dari gua-gua di New Mexico).

Mungkin terdengar lucu hari ini, tetapi pengujian menunjukkan bahwa senjata ini sangat efektif. (Intisari)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved