Mario Gomez, Pelatih Persib Berkomentar Pedas Atas Tewasnya Suporter Persija oleh Oknum Bobotoh
Gomez mengaku, ia dan asistennya Fernando Soler, baru mengetahui kejadian tersebut kemarin pagi (Minggu pagi).
TRIBUNJAMBI.COM - Tewasnya suporter dari The Jakmania, Haringga Sirila jelang laga Persib Bandung vs Persija Jakarta di Pekan 23 Liga 1 2018 juga memunculkan komentar Pelatih Maung Bandung, Mario Gomez.
Pelatih Persib Bandung itu sangat menyayangkan dengan kejadian pengeroyokan oleh oknum Bobotoh kepada suporter Persija Jakarta, The Jakmania hingga meninggal dunia, menjelang pertandingan Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Minggu (23/9./2018) pada Liga 1 2018.
Mario Gomez menyebut bahwa pertandingan derby di negaranya juga sama keras seperti Persib vs Persija di Liga 1. Namun, tak sampai mengakibatkan korban jiwa seperti anggota The Jakmania, Haringga Sirila.
Ya, bedanya, mereka para suporter duduk bersama dan tidak sampai terjadi pengeroyokan pada suporter lain.
"Ini bukan hal yang bagus, baik di sini ataupun sebelumnya," ujar Gomez, setelah melatih anak asuhnya, di Stadion SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Senin(24/9).
Gomez mengaku, ia dan asistennya Fernando Soler, baru mengetahui kejadian tersebut kemarin pagi (Minggu pagi).
"Kami saat di dalam stadion bersama sekitar 34 ribu penonton semua baik saja tidak ada masalah," kata Gomez.
Gomez berharap, di masa mendatang saat bertanding bisa ditonton fans Persija dan fans Arema di Bandung.
"Kami juga bisa pergi untuk menonton di Jakarta, di Malang, dan di semua tempat. Kenapa tidak, ini sepak bola bukan perang," kata dia.
Baca: Link Live Streaming Timnas U-19 Indonesia vs China Kick Off 18.30
Baca: Menteri Pemuda dan Olahraga, Hentikan Liga Indonesia Karena Tewasnya Suporter Persija
Baca: Ini Syarat, Alur dan Cara Upload Dokumen di sscn.bkn.go.id untuk Pendaftaran CPNS 2018
Memang, dikatakan Gomez, di lapangan ada adu mulut, tapi tidak mengganggu. Contohnya kata dia, di Barcelona dan Real Madrid, tapi fansnya tidak berkelahi di stadion.
"Itu bedanya dan itu bisa jadi contoh untuk Indonesia, untuk semuanya, bukan hanya kita, tapi Jakarta, Malang, dan semua," ujar dia.
Gomez melontarkan pertanyaan, apakah kalian tidak ingin nonton sepak bola di Jakarta bersama keluarga, apakah nanti bisa pergi, dikatakan Gomez, bisa saja.
"Ini soal edukasi," ujarnya.
Gomez mengungkapkan, Semuanya harus menekankan bahwa tidak ada kekerasan di luar lapang karena sepak bola.
"Tidak ada perkelahian di luar, tapi hanya berkelahi di lapangan dengan bola. Hanya yang bertanding dilapangan yang fight, tidak di tribun penonton, ini pertunjukan sepak bola," kata dia.
