Rabu, 6 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Senjata Buatan Indonesia dari PT Pindad ini Mengerikan! Bisa Menembus Tank Baja

Namun juga memiliki senjata perang yang canggih, senapan penembak runduk yang mampu menembus tank.

Tayang:
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Intisari Online
SPR 2 buatan Pindad 

TRIBUNJAMBI.COM - Indonesia tak hanya dikenal jago menembak dengan menumbangkan tim-tim elite seperti AS, Australia, dan Inggris dalam Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2015.

Namun juga memiliki senjata perang yang canggih, senapan penembak runduk yang mampu menembus tank.

Senapan penembak runduk (SPR) memang tidak banyak diproduksi karena jumlah pemakainya tidaklah sebanyak pengguna pistol dan senapan serbu.

Tercatat, hanya Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa yang mau memproduksi senapan penembak runduk.

Namun, tak bisa dipungkiri bahwa kehadiran penembak-penembak jitu (sniper) mampu mengubah arah sebuah pertempuran.

Sosok sniper pun sering kali menjadi inspirasi Hollywood yang mengangkatnya dalam film layar lebar. Mulai dari The Sniper (1952) yang masih hitam putih sampai American Sniper (2014) yang berangkat dari kisah nyata.

Istilah sniper sendiri bermula dari kata snipe, burung kecil berbulu cokelat dengan bintik aneka warna di tubuhnya yang ada di daratan India. Burung ini sangat lincah, gesit, sehingga sulit ditangkap atau ditembak.

Baca: Peringati Hari Maritim, Digelar Musyawarah Sepasang Buku Sejarah Karya Wenri Wanhar

Baca: Rekrutmen CPNS 2018 - Ini Jawaban Atas Persoalan Tenaga Honorer dari Gaji hingga Posisi

Saking sukarnya untuk ditembak, sejak 1770-an, kalangan prajurit kolonial Inggris di India menganggap bahwa orang yang berhasil menembak jatuh burung itu berhak mendapat julukan “sniper”. Alias ahli menembak.

Istilah sniper lantas berkembang untuk menjelaskan seseorang yang pandai dalam melakukan pembunuhan menggunakan senapan laras panjang.

Yakni, merujuk pada seorang prajurit tempur yang bertugas untuk membidik dan menumbangkan targetnya dari jarak jauh. Kalau di Indonesia dikenal sebagai penembak runduk.

SPR 2 buatan Pindad
SPR 2 buatan Pindad 

Melesat hampir 1 km/detik

Nah, dalam pembuatan SPR, sejak tahun 2007, Indonesia sudah mampu memproduksi sendiri SPR dengan peluru yang bisa menembus kendaraan tempur berlapis baja, seperti tank.

Kemudian pada 2014, SPR 2 disempurnakan menjadi SPR 2 yang semakin canggih. Tak hanya bisa menembus lapisan baja, tapi juga memiliki peledak di balik amunisinya.

“Tapi ledakan itu hanya untuk membunuh musuh, bukan menghancurkan kendaraannya, ya,” kata Silmy Karim, Direktur Utama PT Pindad (Perindustrian Angkatan Darat).

Berdasar spesifikasinya, SPR 2 memiliki panjang senapan 1.755 mm, berat keseluruhan 19,5 kg, dan panjang barel (laras) 1.055 mm.

Baca: Mau Nonton Festival Batanghari? Simak Dulu Prakiraan Cuaca Minggu 23 September 2018

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved