Suku Anak Dalam

PT SAL 1 Fokus Dunia Pendidikan, Masih Ada 200 Anak Rimba belum Kecap Pendidikan

Guru Pembina dari PT Sari Aditya Loka (SAL), Samiaji Sapto Wibowo menjelaskan, saat ini pihaknya sudah membangun enam sekolah

TRIBUN JAMBI/TOMMY KURNIAWAN
Anak rimba latihan menari 

Laporan Wartawan Tribun Jambi. Tommy Kurniawan

TRIBUNJAMBI.COM JAMBI - Guru Pembina dari PT Sari Aditya Loka (SAL), Samiaji Sapto Wibowo menjelaskan, saat ini pihaknya sudah membangun enam sekolah non formal, diantaranya Sekolah Halom Putri Tijah, Alam Rajo Nasar, Nuruk Iklash, Rimbo Pintar Sungai Kuning, Punti Kayu satu dan Punti Kayu dua.

"Tapi khusus Rimbo Pintar Sungai Kuning dan Sekolah Punti satu dan dua itu bekerja sama dengan pihak Taman Nasional Bukit 12 dan Dinas Pendidikan Sarolangun," katanya.

Baca: Perjuangan Anak Rimba untuk Mendapatkan Pendidikan, Rela Berjalan 2 Jam Demi Sekolah

Dari enam sekolah tersebut, terdapat 15 guru dan 177 siswa dari empat temenggung dari Taman Nasional Bukit 12.

"Kemudian kita ada juga Wisma Rimbo. Jadi isinya anak rimba yang memang sudah benar-benar serius menjenjang dunia pendidikan. Disitu konsepnya ketika mereka lulus, mereka akan kita tempatkan apakah nantinya SD, SMP atau SMA," tuturnya.

Samiaji mengaku bahwa untuk proses belajar anak rimba saat ini cukup unik. Ketika mereka datang ke sekolah, anak rimba tersebut terlebih dahulu diajarkan bagaimana menjalani hidup bersih. Mulai dari belajar bagaimana mandi yang benar, hingga kemudian nantinya mereka akan diberikan seragam sekolah.

"Seragam itu mereka pakai ketika di sekolah, jadi ketika pulang sekolah seragamnya kita ambil untuk dijaga kebersihanya. Besoknya dipakai lagi," ujarnya.

Ditambahkan Samiaji, masih banyak anak rimba yang belum tersentuh pendidikanya khususnya di wilayah kerja PT SAL. "Dari data kita, masih ada 200 anak rimba yang belum tersentuh pendidikanya. Itu didalam wilayah kerja kita," katanya.

Baca: Bupati dan Dirjen KSDAE Tandatangani Prasasti Kerjasama untuk Penguatan Fungsi Balai TNBD

Baca: Misteri Temuan Tengkorak di Limbur Mulai Terkuak. Polisi Tetap Ungkap Sebab Kematian

Menurutnya, budaya mereka yang masih kental menjadi penyebab masih banyaknya anak rimba yang belum tersentuh pendidikannya. "Kebanyakan anak rimba masih ikut orang tuanya berburu. Ini kita mencoba memberikan edukasi kepada orang tuanya betapa pentingnya pendidikan untuk masa akan datang," katanya.

Samiaji mengaku bahwa pihaknya akan terus mendorong agar bagaimana sejumlah anak rimba di wilayah kerjanya bisa mengemban pendidikan hingga ke jenjang yang tinggi.

"Kalau mereka benar-benar serius, kita akan bantu mereka sekolah hingga tamat kuliah. Target kita semua anak rimba di sini bisa mendapatkan pendidikan yang layak," ujarnya.

Baca: Terjadi Pergeseran Vendor Jembatan Muara Sabak, Pemkab akan Lakukan Buka Tutup

Baca: Gramedia Jambi Donasikan Seribu Judul Buku ke SAD

Baca: Pemkab Tanjab Barat Serahkan Bantuan Tahap Pertama untuk Lombok

Penulis: Tommy Kurniawan
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved