Ketika Rencana Hebat Belanda Membunuh Soekarno Gagal Total, Bikin Kolonel Van Langen Frustasi

Kisah kehebatan Soekarno saat Belanda ingin membunuhnya. Pada 19 Desember 1948 Belanda melancarkan Agresi Militer II.

Presiden Soekarno 

TRIBUNJAMBI.COM - Kisah kehebatan Soekarno saat Belanda ingin membunuhnya.

Pada 19 Desember 1948 Belanda melancarkan Agresi Militer II di Yogyakarta bersandi Operatie Kraai alias Operasi Gagak.

Tujuan utama operasi ini sebenarnya adalah untuk membunuh Presiden Soekarno.

Dokumen operasi rahasia militer Belanda ketika menyerbu Yogyakarta dengan mengerahkan pasukan payung (airborne) dan bertujuan membunuh Presiden Soekarno memang nyata.

Baca: Jadwal Bulutangkis Perseorangan Asian Games 2018 - Jonatan Christie Main Hari Ini

Baca: Medali Emas Kembali Diraih Tim Indonesia di Cabor Pencak Silat Asian Games 2018

Baca: Link Live Streaming Bulutangkis Perseorangan Asian Games 2018, Idola Baru Tanding

Isi dokumen itu termaktub dalam catatan harian komandan Operatie Kraai bernama Kolonel Dirk Reinhard Adelbert van Langen.

Dalam catatan harian Kolonel van Langen dokumen itu tertulis secara jelas.

Dijelaskan bahwa van Langen telah mendapat perintah dari Jenderal Simon Spoor, Panglima militer Belanda di Hindia Timur (Indonesia).

Isi perintahnya adalah untuk menghabisi para pemimpin Indonesia lewat serbuan kilat Operatie Kraai, khususnya Presiden Soekarno.

Tapi perintah itu tidak dapat terlaksana secara mulus.

Pasalnya saat itu di Yogyakarta sudah hadir saksi dari delegasi Komite Tiga Negara untuk memantau perjuangan kemerdekaan Indonesia, yakni AS, Belgia, dan Australia.

Ketika Agresi Militer II berlangsung beberapa menteri sedang berada di luar Yogyakarta.

Soekarno
Soekarno ()

Mereka adalah Menteri Dalam Negeri Dr Sukiman, Menteri Persediaan Makanan IJ Kasimo, Menteri Kehakiman Susanto, dan lainnya sehingga mereka luput dari penangkapan tentara Belanda.

Namun kemudian para menteri tersebut terus diburu oleh militer Belanda dan seorang di antaranya, yaitu Supeno Menteri Pembangunan dan Pemuda tewas tertembak.

Bung Karno sendiri sebenarnya paham jika dirinya dalam Operatie Kraai akan dijadikan sebagai sasaran pembunuhan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved