Sama-sama Panjat Tiang Bendera, Nasib Reza Manggar Tak Sebaik Joni
Pada tahun 2017, bocah yang diketahui bernama Reza Mangar ternyata juga melakukan hal yang serupa.
TRIBUNJAMBI.COM - Aksi penyelamatan bendera Merah Putih agar tetap berkibar saat upacara peringatan HUT ke-73 RI yang dilakukan Yohanes Ande Kala alias Joni menuai banyak perhatian.
Sebelumnya, media sosial dibuat gempar dengan beredarnya video seorang anak sekolah yang nekat panjat tiang bendera saat upacara HUT ke-73 RI.
Aksi Joni tersebut kemudian menarik perhatian dari banyak pihak.
Hadiah dan penghargaan pun mengalir untuknya termasuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
Namun, dibalik kesenangan dan berlimpahnya hadiah yang didapat Joni, ada kisah cukup miris yang dialami seorang bocah asal Kepulauan Aru, Provinsi Maluku.
Pada 2017, bocah yang diketahui bernama Reza Mangar ternyata juga melakukan hal yang serupa.
Dilansir TribunSolo.com dari akun media sosial Instagram @erulungga, saat itu Reza datang sebagai penonton dalam sebuah upacara bendera.
Reza melakukan aksi heroiknya saat upacara HUT ke-14 Kabupaten Kepulauan Aru Maluku di Lapangan Yos Sudarso pada 18 Desember 2017.
Dalam foto yang diunggah @erulungga, terlihat Reza berani memanjat tiang bendera.
Kisah Reza juga pernah dikabarkan media lokal Maluku yaitu lelemuku.com.
Dilansir Tribun Bogor dari lelemuku.com, Reza merupakan anak putus sekolah dari SD di desanya.
Menurut warga Kota Dobo, Karel Ridolof Labok yang mengunggah foto dan profil Reza di halaman facebooknya diakui bahwa anak yang berasal dari Desa Waria, Kecamatan Aru Utara Timur Batuley.
Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, Reza bekerja menjadi pembantu nelayan untuk mencari ikan dan memuat ikan hasil tangkapan.
Usai peristiwa heroik memanjat tiang bendera, Reza hanya mendapatkan apresiasi seadanya.
Dalam sebuah foto, terlihat Reza mendapat salaman dari pejabat setempat.