Jhoni Bertemu Jokowi, Ini Hadiah-hadiah yang Diperoleh Bocah Pemanjat Tiang Bendera

"Kamu jauh-jauh dari Belu ke Jakarta hanya minta sepeda. Apa hanya itu? Mau minta apa?" papar Jokowi.

Editor: Duanto AS
Warta Kota/Henry Lopulalan
JONNY KETEMU JOKOWI - Yohanes Ande Kala alias Johny saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo dalam agenda silaturahmi Presiden dengan para teladan nasional, pasukan pengibar bendera pusaka, dan gita bahana nasional di Istana Negara, Gambir Jakarta Pusat, (20/8/2018). Siswa siswa kelas 7 SMP Silawan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur yang memanjat tiang bendera di perbatasan Indonesia-Timor Leste ini menjadi pusat perhatian hingga di undang ke istana. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNJAMBI.COM - "Pertanyaan terakhir, Joni mau minta apa ke saya?" ujar Presiden Joko Widodo.

Pertanyaan Jokowi itu dilontarkan kepada Yohanes Ande Kala alias Joni (13), si bocah pemanjat tiang bendera.
Siswa SMP asal Desa Silawan, Kabupaten Belu, NTT, berkesempatan bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Senin (20/8).

Dalam pertemuannya dengan bocah beraksi heroik itu, Jokowi bertanya mengapa Joni nekat memanjat tiang bendera demi berkibarnya sang saka Merah Putih.

Ketika Jokowi menyampaikan pertanyaan terakhir tentang apa hadiah yang diminta Joni atas jasanya itu, maka ia langsung menjawabnya.

"Pertanyaan terakhir, Joni mau minta apa ke saya?" ujar Jokowi seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (21/8).

Sempat berpikir sejenak, Joni langsung menimpali.

"Sepeda," kata Joni yang disambut tawa Jokowi dan para hadirin.

Belum puas dengan jawaban Joni, Jokowi bertanya lagi kepadanya.

"Kamu jauh-jauh dari Belu ke Jakarta hanya minta sepeda. Apa hanya itu? Mau minta apa?" papar Jokowi.

"Minta bikinin rumah saja," kata Joni.

"Nah, begitu. Sudah itu saja, sepeda sama rumah. Jangan nanti saya tanya lagi, nambah lagi kamu," kata Jokowi disambut senyum khas Joni dan tawa hadirin.

Sebelum mengakhiri pertemuannya dengan Joni, Jokowi berpesan agar ia rajin belajar agar dapat meraih cita-citanya saat besar nantinya.

Selain mendapat beasiswa hingga jenjang S-1, Joni juga diberi hadiah tambahan berupa jalan-jalan ke Dufan dan Taman Mini Indonesia Indah.

Joni merupakan siswa kelas 1 SMO Negeri Silawan, Belu, NTT.

Saat upacara 17 Agustusan lalu dia memanjat tiang bendera.

Aksi nekat dan berbahayanya itu ia lakukan spontan karena tali tiang bendera tersangkut di ujung tiang yang membuat Merah Putih tak bisa berkibar.

Berkat aksinya itu, sang saka Merah Putih berhasil dikibarkan.

Baca: Jadwal Semifinal Live Streaming Badminton Asian Games 2018 Indonesia Vs Jepang Mulai 12.00 WIB

Baca: Layaknya Kopassus, 4 Kemampuan Yontaifib yang Bikin Teroris Dilumpuhkan hanya dalam Waktu 10 Menit

Baca: Ketika Paskal Malaysia Kalah Pamor dengan Kopaska Indonesia, Ada yang Tak Lulus Sekolah

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved