Selasa, 21 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ini 6 Makna dan Hikmah dari Idul Adha

Memperingatan Idul Adha, setiap umat muslim yang memiliki kemampuan, dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban.

Editor: Deni Satria Budi
Dok Humas Polresta Jambi
Suasana Salat Idul Adha di Mapolresta Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM - Beberapa hari lagi, umat muslim seluruh dunia akan memperingati hari raya Idul Adha atau hari raya kurban. 

Namun, Idul Adha bukan cuma tentang penyembelihan hewan-hewan kurban. Ada banyak makna lain dari memperingati Idul Adha.

Tampak hewan kurban sapi yang sudah dinyatakan sehat
Tampak hewan kurban sapi yang sudah dinyatakan sehat (tribunjambi/rohmayana)

1. Semangat Berbagi untuk Sesama

Memperingatan Idul Adha, setiap umat muslim yang memiliki kemampuan, dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban. Setelah itu, daging kurban akan dibagi-bagikan kepada mereka yang membutuhkan. Hal ini secara tidak langsung mengajarkan untuk memiliki semangat yang tinggi dalam berbagi.

2. Apapun Itu Butuh Pengorbanan

Di Idul Adha inilah, umat muslim diingatkan kembali bahwa untuk mencapai segala hal yang diimpikan, maka pengorbanan wajib dilakukan.

Baca: Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad soal Kumis dan Jenggot bagi yang Berkurban pada Idul Adha

3. Taat kepada Orangtua

Kisah Nabi Ismail yang akan disembelih oleh Nabi Ibrahim tentu sudah tidak asing lagi bagi umat muslim. Menariknya ketika perintah dari Allah itu datang, Nabi Ismail tidak banyak beralasan dan justru malah meneguhkan semangat orangtuanya untuk tidak perlu ragu melaksanakan perintah itu.

4. Ikhlas dalam Semua Cobaan

Ketika datang perintah dari Allah untuk Nabi Ibrahim agar menyembelih Nabi Ismail, ada sikap yang perlu dicontoh dari kedua nabi tersebut, yaitu keikhlasan saat cobaan sedang datang. Baik sang ayah, Nabi Ibrahim, maupun sang anak, Nabi Ismail tidak ada sepatah keluh kesah pun keluar dari mulut mereka.

Baca: Pembeli Hewan Kurban Diimbau Perhatikan Tanda-tanda Penyakit di Hewan Ini, Cari yang Berlabel

5. Tulus Melaksanakan Perintah

Nabi Ismail yang dikurbankan oleh Nabi Ibrahim sebenarnya adalah anak satu-satunya yang dimiliki. Itupun setelah menunggu sekian lamanya.

Kemudian ketika datang perintah untuk menyembelih Nabi Ismail, Nabi Ibrahim tanpa banyak beralasan akhirnya melaksanakan tugas itu.

Pedagang di Angso Duo, sehari menjelang Idul Adha
Pedagang di Angso Duo, sehari menjelang Idul Adha (TRIBUNJAMBI/RIAN AIDILFI AFRIANDI)

6. Tidak Perlu Sombong karena Kita Sebenarnya Tak Punya Apa-apa

Penyembelihan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim sebenarnya secara tidak langsung mengajarkan bahwa tidak ada apa pun yang dimiliki secara mutlak oleh seseorang. Semua yang dimiliki saat ini hanyalah titipan dari Allah yang dimanfaatkan sebaik-baiknya. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved